Headline
Sri Mulyani Larang Kegiatan Hajatan dan Tutup Tempat Wisata di Klaten
Lonjakan kasus Covid-19 dalam satu pekan terakhir membuat Kabupaten Klaten kembali ditetapkan sebagai zona merah penularan Covid-19.
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Agus Wahyu
KLATEN, TRIBUN - Lonjakan kasus Covid-19 dalam satu pekan terakhir membuat Kabupaten Klaten kembali ditetapkan sebagai zona merah atau resiko tinggi penularan virus korona. Atas situasi ini, Pemkab Klaten mengambil beberapa langkah strategis di antaranya melarang kegiatan hajatan hingga menutup tempat wisata.
"Memprihatinkan, minggu ini Klaten zona merah. Saya sudah ambil langkah-langkah (antisipasi) jauh-jauh hari dan saya kan memantau terus. Tadi rapat Covid-19 ini kegiatan hajatan di zona merah tidak boleh, kecuali ijab kabul dengan undangan 20 orang. Tempat wisata ditutup," kata Bupati Klaten, Sri Mulyani ditemui di Kompleks Kantor Pemkab Klaten, Senin (21/6/2021).
Selain itu, dalam beberapa waktu mendatang bakal dilakukan kembali operasi yustisi dan tes rapid secara acak untuk menegakan protokol kesehatan Covid-19 di Klaten. "Tempat ibadah juga tidak boleh, jadi masyarakat melaksanakan ibadah di rumah masing-masing. Nanti akan ada penegakan yustisi di 26 kecamatan," ucapnya.
Namun Sri Mulyani menyampaikan jika pihaknya belum berencana untuk melakukan lockdown atau karantina wilayah tingkat kabupaten dalam waktu dekat ini. Ia memilih untuk memperketat setiap kegiatan masyarakat melalui aturan-aturan yang akan dituangkan dalam surat edaran (SE) atau instruksi untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19 di daerah itu.
Koordinator Penanganan Kesehatan, Satgas Percepatan Pengendalian Covid-19 Klaten, Cahyono Widodo, mengatakan jika terdapat penambahan 111 kasus pada Senin (21/6). Selain itu, terdapat 59 pasien dinyatakan sembuh dan 10 pasien meninggal dunia. "Jumlah kumulatif Covid-19 di Klaten menjadi 10.665 kasus," ujar Cahyono.
Harus tegas
Sementara di tingkat provinsi, jumlah daerah yang berstatus zona merah di Jawa Tengah terus bertambah. Hingga Senin (21/6/2021), sudah 14 kabupaten dan kota yang berstatus zona merah. Ke-14 daerah itu adalah Kudus, Demak, Pati, Grobogan, Jepara, Blora, Pekalongan, Kabupaten Semarang, Brebes, Tegal, Sragen, Wonogiri, Klaten, dan Kota Semarang.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memerintahkan bupati dan wali kota di zona merah Covid-19 menerapkan micro lockdown. "Saya sudah sampaikan pada bupati dan wali kota tidak usah ragu. Begitu di situ ada daerah yang menunjukkan data epidemologis tinggi, langsung kunci," kata Ganjar di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (21/6/2021).
Tidak dijelaskan secara rinci maksud dari micro lockdown. Ganjar hanya menyatakan sudah mengeluarkan surat edaran untuk memperketat pengawasan kegiatan masyarakat juga sudah disebar ke seluruh kepala daerah.
Dalam surat itu, daerah zona merah Covid-19 sudah diminta menutup tempat wisata dan membatasi waktu buka toko hanya sampai 21.00 WIB. Ganjar juga memerintahkan seluruh kepala daerah harus melakukan kesepakatan bersama-sama dalam membuat kebijakan penanganan Covid-19.
"Penting antar kabupaten dan kota dalam satu regional, punya keputusan politik dan konsensus yang sama. Kalau misalnya satu daerah tempat wisata dan kerumunan ditutup, daerah lain juga harus mengikuti," tandasnya.
Tempat Tidur Pasien Covid-19 Hampir Penuh
Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di 12 rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Klaten mencapai 99,4 persen. Keterisian tempat tidur yang nyaris penuh tersebut tidak bisa dilepaskan dari melonjaknya sebaran Covid-19 di daerah itu dalam beberapa waktu terakhir.
Tim Ahli Satgas PP Covid-19 Klaten, Ronny Roekmito mengamini tingkat keterisian tempat tidur sudah 99,4 persen. Pihak Satgas PP Covid-19 Klaten telah menggelar rapat koordinasi dengan 12 rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di daerah itu untuk membahas penambahan tempat tidur atau kamar isolasi hingga ruang ICU di rumah sakit.
"Kemarin 12 rumah sakit (saat rapat) bersedia untuk menambah tempat tidur isolasi (yang totalnya) 103 tempat tidur," katanya.
Hanya saja, lanjut Ronny, pihaknya sudah melakukan pengecekan kepada seluruh rumah sakit tersebut dan baru tersedia sekitar 35 tempat tidur. Ia pun telah meminta pihak seluruh rumah sakit untuk melengkapi sisa tempat tidur untuk isolasi.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga memerintahkan seluruh kepala daerah untuk terus melakukan peningkatan tempat tidur, baik ICU dan isolasi di rumah sakit hingga tempat isolasi terpusat. Jika ada yang kesulitan melakukannya, maka dia meminta agar segera berkoordinasi dengan Pemprov Jateng.
"Penambahan tempat tidur di Jateng sudah berjalan, dan tadi dalam rapat dengan Kemenkes disebutkan bahwa penambahan tempat tidur isolasi di Jateng tertinggi, mencapai 40 persen. Sekitar 3.000 tempat tidur yang berhasil ditambah. Termasuk beberapa daerah menyiapkan skenario RS darurat," ujarnya. (mur/kpc)
Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Selasa 22 Juni 2021 halaman 06.