Tinggal Tersisa 4 Unit, Dewi Ungkap Kendala Penambahan TT Kritikal Pasien Covid-19 di Gunungkidul
Tinggal Tersisa 4 Unit, Dewi Ungkap Kendala Penambahan TT Kritikal Pasien Covid-19 di Gunungkidul
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Lonjakan kasus baru COVID-19 membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) bekerja ekstra keras.
Pasalnya, lonjakan itu berpengaruh pada tingkat keterisian tempat tidur (TT) di rumah sakit (RS), terutama untuk TT kritikal.
Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty menyampaikan sampai saat ini pihaknya hanya memiliki sekitar 4 TT kritikal.
"Hanya 4 TT ini yang memiliki ventilator (alat bantu pernapasan), dan penuh terus," kata Dewi usai rapat di Sekretariat Daerah (Setda) Gunungkidul, Senin (21/06/2021).
Menurutnya, bukan perkara mudah menambah TT kritikal.
Sebab diperlukan fasilitas pendukung hingga tenaga yang sesuai untuk penanganan pasien COVID-19, mengingat penanganannya berbeda dengan pasien kritis lain.
Sedangkan saat ini tenaga yang tersedia juga terbatas. Dewi menyebut saat ini sejumlah pegawai tengah menjalani isolasi lantaran terpapar COVID-19, praktis tenaga pun berkurang.
"Jadi kalau mau menambah (TT), bisa dilakukan tapi tidak semudah itu," jelasnya.
Baca juga: Pemkot Yogya Wacanakan Operasional Kawasan Malioboro Sampai Pukul 21.00 WIB, Begini Tanggapan PKL
Baca juga: Ini Strategi Bupati Klaten Tangani Lonjakan Kasus Covid-19 di Wilayahnya
Adapun Dewi sudah bertemu dengan para pengelola RS swasta terkait penambahan jumlah TT.
Menurutnya, mereka menyatakan sanggup dan bisa melakukan penambahan.
Namun, ia mengatakan para RS swasta ini membutuhkan waktu untuk mempersiapkannya.
Sebab kembali kendalanya ada pada keterbatasan tenaga hingga fasilitas pendukung.
"Bahkan seperti di RS Panti Rahayu sudah menyatakan tak bisa lagi menambah TT karena keterbatasan tempat," ungkap Dewi.
Terpisah, Direktur RSUD Wonosari Dr. Heru Sulistyowati mengatakan saat ini pihaknya sudah menyediakan sebanyak 55 TT. Ada tambahan 6 TT dari jumlah keseluruhan yang hanya 49 TT.
Ia mengatakan 49 TT itu sebelumnya terdiri dari 46 TT bagi pasien dewasa dan anak, 2 TT bagi bayi, serta 1 TT untuk ibu bersalin.
"46 TT yang tersedia berdasarkan informasi terakhir sudah penuh, sekarang sudah kami tambah lagi sebanyak 6 TT," jelas Heru.(Tribunjogja/Alexander Ermando)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kepala-dinkes-gunungkidul-dewi-irawaty-9.jpg)