Pembangunan Jalan Tol Jogja-Kulonprogo-Cilacap, Kabar Tol Jogja-Bawen
Pembangunan jalan Tol Yogyakarta-Solo sebagian sudah masuk dalam tahap pembayaran uang ganti rugi
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
"Kalau totalnya 116 bidang tanah ini sebanyak Rp78,7 miliar. Pembayaran dibagi dalam dua sesi undangan untuk mencegah kerumunan," imbuhnya.
Perkembangan Proyek Tol Yogyakarta-Bawen
Pengukuran dan pemasangan patok untuk rencana pembangunan tol Yogyakarta-Bawen telah selesai.
Dari total panjang 75,82 kilometer jalan tol yang akan di bangun, 67,05 kilometer berada di wilayah Jawa Tengah, dan 8,77 Kilometer berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Disepertaru) DIY Kridp Suprayitno mengatakan, trase yang ditetapkan dalam IPL tidak mengalami perubahan seperti yang sudah sosialisasikan kepada warga terdampak saat kegiatan konsultasi publik.
"Dan saat ini pematokan dan pengukuran sudah selesai," katanya, kepada Tribunjogja.com, Senin (15/3/2021)
Ia menambahkan, proses selanjutnya tim appraisal akan turun ke lapangan untuk menentukan nominator atas hasil pengukuran yang sudah dilakukan.
Jika sesuai rencana, Krido mengatakan Mei tahun ini proses pemberkasan untuk pembebasan lahan bagi warga yang terdampak tol dapat dilakukan.
"Jadi minggu depan ini appraisal turun ke lapangan, dan sesuai rencana Mei ini pemberkasan," tambahnya.
Dirinya memastikan sejauh ini belum ditemui kendala berupa pernyataan sikap keberatan atas trase yang sudah ditentukan.
Dalam pembangunan jalan tol trase Yogyakarta-Bawen kali ini terdapat enam seksi yaitu Seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo sepanjang 8,25 Km, seksi 2 Banyurejo sampai Borobudur sepanjang 15,26 Km, seksi 3 dimulai dari Borobudur sampai Magelang sepanjang 8,08 Km, seksi 4 dimulai dari Magelang sampai Temanggung sepanjang 16,46 Km, seksi 5 dimulai dari Temanggung sampai Ambarawa sepanjang 22,56 Km, seksi 6 dimulai dari Ambarawa sampai Bawen sepanjang 5,21 Km.
"Sampai saat ini masih belum ada penolakan warga. Malah mereka menanyakan terus soal harga. Padahal itu kan kewenangan tim appraisal," tegas Krido.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD DIY, Arif Setiadi menjelaskan, pembangunan tol Yogyakarta-Bawen harus berdampak positif bagi masyarakat sekitar, khususnya yang berada di kawasan DIY.
Ia berharap, warga di sekitaran Exit tol nantinya dapat diberdayakan melalui kegiatan UMKM dan lainnya.
"Saya harap bisa berdampak positif bagi warga sekitar. Mulai dari pembangunannya ya harus melibatkan warga sekitar, dan pemanfaatan exit tol melalui UMKM," pungkasnya. ( Tribunjogja.com | Hud | Mur )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pembangunan-jalan-tol-jogja-kulonprogo-cilacap-perkembangan-tol-jogja-bawen.jpg)