Musim Kemarau, Lahan Pertanian Gunungkidul Disebut Masih Aman dari Kekeringan

Meski saat ini telah memasuki musim kemarau, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul menyebut belum ada lahan pertanian yang kekeringan.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok DPP Gunungkidul
Penanaman padi perdana musim ketiga di Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari belum lama ini 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Meski saat ini telah memasuki musim kemarau, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul menyebut belum ada lahan pertanian yang kekeringan.

Hal itu juga dipengaruhi kondisi cuaca selama beberapa hari terakhir.

Kepala Bidang Tanaman (Kabid) Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono menjelaskan musim kemarau ini cenderung agak basah.

Baca juga: CBT UM UGM 2021: Bersaing Sengit, Sebanyak 36.470 Peserta Memperebutkan 3.240 Kursi

"Mengikuti informasi dari BMKG, masih ada potensi hujan di bulan Juni ini," jelas Raharjo pada Minggu (20/06/2021).

Selain karena kondisi cuaca, ia juga memastikan lahan pertanian di Gunungkidul masih tetap aman dari potensi kekeringan. Sebab saat ini sudah tersedia damparit untuk menampung air sebagai antisipasi.

Meski demikian, Raharjo tetap mengimbau petani padi saat ini hanya menanam di daerah sumber air saja. Termasuk membuat drainase agar tanaman palawija tetap aman.

"Kami imbau juga untuk jangan dulu menanam tembakau bulan ini, mengingat masih ada potensi hujan," katanya.

Raharjo mengatakan saat ini Gunungkidul sudah memasuki musim tanam ketiga. Wilayah paling awal yang mulai menanam padi musim ini adalah Kapanewon Gedangsari dengan lahan seluas 2 hektare (ha).

Kepala DPP Gunungkidul Bambang Wisnu Broto menyampaikan di musim tanam kedua lalu petani sudah menghasilkan 31.253 ton gabah kering giling (GKG). Masih ada sisa lahan sekitar 2.840 ha yang belum panen.

Baca juga: Partisipasi Rendah, KPU Bantul Siapkan Kader Pelopor Demokrasi di Tiga Kalurahan

"Kemungkinan sisa lahan tersebut akan panen di akhir Juni, sehingga hasilnya masih bisa bertambah," jelas Bambang lewat keterangannya.

Adapun total luas lahan Gunungkidul yang tertanami padi di musim kedua mencapai 8.371 ha. Hingga 15 Juni lalu, luas lahan yang sudah dipanen mencapai 5.479 ha.

Menurut Bambang, total hasil produksi padi yang dipanen saat ini sudah mencapai 251.031 ton GKG. Angka itu sudah termasuk dengan hasil dari musim tanam pertama.

"Diperkirakan produksi padi Gunungkidul selama 2021 ini bisa mencapai 300 ribu ton GKG," ujarnya. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved