Suzuki TS125, Motor 'Garuk Tanah' Ikonik yang Harganya Terus Merangkak Naik
Meski usia motor ini terbilang tidak lagi muda, Suzuki TS125 masih digemari oleh para pecinta 'garuk tanah' bahkan jadi incaran kolektor roda dua
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM - Meski usia motor ini terbilang tidak lagi muda, Suzuki TS125 masih digemari oleh para pecinta 'garuk tanah' bahkan jadi incaran kolektor roda dua. Cukup beralasan, apalagi kala itu motor trail mendapat tempat yang begitu luas di hati kolektor roda dua.
Tak heran, motor yang eksis dari 1993 sampai 2005 ini harganya melejit fantastis. Satu di antara yang memiliki TS125 ialah Bilal Bento, pemuda asal Segoroyoso, Pleret, Bantul. Tak cukup satu, Bento bahkan saat ini mengoleksi dua unit Suzuki TS125 tahun 2003, berkelir kuning dan hitam.
"Dulunya memang sudah menggemari motor trail, tetapi basicnya bukan TS 125. Nah ketika berkunjung ke rumah seorang teman, ada yang punya Suzuki TS125 ini lantas saya pun mulai tertarik. Ketika tahun 2016 itu, Suzuki TS125 harganya masih sekira Rp 20 juta dapat motor dalam kondisi orisinil," tambahnya.
Baca juga: Langit Sore Bikin Web Series dari Single Terbaru
Akan tetapi, lantaran budget yang ia miliki saat itu belum mencukupi, ia akhirnya baru dapat memiliki Suzuki TS 125 pertamanya setahun berikutnya atau pada 2017. Dalam rentang waktu satu tahun saja, pasaran Suzuki TS 125 ini sudah melejit harganya.
Bento menceritakan, Suzuki TS 125 pertamanya ia beli langsung ke pemiliknya di Semarang seharga Rp 35 juta. Menariknya, informasi soal Suzuki TS 125 tersebut tidak ia dapat melalui iklan, melainkan dari mulut ke mulut.
Kondisi Suzuki TS125 tersebut pun istimewa, mempertahankan originalitas bahkan dari handgrip hingga knalpot pun masih bawaan pabrik.
"Warnanya asli, sesuai BPKB, STNK, dan Faktur tangan pertama. Motor ini komplit, pajak juga jalan. Pelatnya kode H (Semarang)," kata Bento.
Secara desain, Suzuki TS125 merupakan penyempurnaan dari versi sebelumnya. Paling membedakan yaitu suspensi depan lebih tinggi yang dipadukan dengan suspensi belakang monoshock.
Pasalnya, versi 'jadul' masih dualshock ala Yamaha DT. Kinerja suspensi yang diperbaiki berimbas pada ketinggian motor. Jarak terendah motor ke tanah 235 mm membuatnya mudah melewati rintangan.
Tidak lupa, area swing arm telah dibuat menggunakan bahan aluminium yang ringan dan kokoh.
Pemotor yang gemar bertualang juga diberkati karena bobot motor cukup enteng hanya 105 kg. Membuat Suzuki TS125 lebih lincah dan tidak terlalu menguras tenaga saat diajak trabas.
Satu di antara keunggulan TS125 lainnya yakni di sisi mesin yakni mengusung reed valve system atau katub buluh. Transmisinya juga sudah 6-percepatan membuat eskalasi tenaga lebih merata.
"Di luar dugaan, motor ini memang melebihi ekspektasi saya. Dengan kondisi orisinil dari pabrik, Suzuki TS 125 yang tak bisa lagi dikatakan muda ini menawarkan performa yang luar biasa dan masih nyaman dikendarai," tambahnya.
Sejauh ini, Suzuki TS 125 berkelir kuning miliknya sudah menerima tawaran tertinggi hingga Rp 60 juta dari seorang kolektor di Bandung, Jawa Barat. Akan tetapi, Bento belum memiliki niat untuk melepas tunggangan koleksinya tersebut.
Soal harga Suzuki TS125 yang terus merangkak naik, menurut Bento hal tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya yakni unit Suzuki TS125 yang tak lagi diproduksi, akan tetapi di sisi lain jadi incaran pecinta motor trail tua.
Baca juga: Pameran Seni Rupa Anak Taman Bermain, Kehidupan Dunia Anak-anak dalam Imajinasi Visual
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/suzuki-ts-125-berkelir-kuning-koleksi-bilal-bento.jpg)