Smarfren Siap Susul Telkomsel dan Indosat Ooredoo,

Menyusul Telkomsel dan Infosat Ooredoo, Smartfren Bersiap Gelar Layanan 5G Operator seluler Smartfren bersiap menyusul Telkomsel.

Editor: Agus Wahyu

YouTube/Smartfren

TRIBUNJOGJA.COM - Menyusul Telkomsel dan Infosat Ooredoo, Smartfren Bersiap Gelar Layanan 5G
Operator seluler Smartfren bersiap menyusul Telkomsel dan Indosat Ooredoo untuk menggelar layanan jaringan 5G. Telkomsel dan Indosat Ooredoo memang sudah lebih dulu mendapatkan sertifikat uji kelayakan untuk menggelar layanan 5G.

Ini adalah kali kedua Smartfren menggelar uji coba 5G. Sebelumnya, pada 2019 lalu, Smartfren juga sudah melakukan uji coba jaringan 5G menggunakan frekuensi yang sama, di kawasan Marunda, Jakarta Utara.

Smartfren menggunakan arsitektur 5G NR IU dari ZTE yang sudah mendukung jaringan 5G di frekuensi mmWave.
Ada beberapa use case yang digunakan untuk uji coba jaringan 5G Smartfren kali ini. Salah satunya ialah pengujian kecepatan download menggunakan modem Mifi Smartfren, yang sudah menggunakan jaringan 5G di spektrum mmWave.

Dalam pengujian, kecepatan download 5G Smartfren ini menembus angka 1,85 Gbps. "Bisa dilihat, di handset kita bisa mencapai stabil di 1,8 Gbps dan 1,7 Gbps ya. Ini sangat cepat sekali. Hampir bisa dibilang, 5-6 kali lipat dari kecepatan 4G," ungkap VP Network Operation Smartfren, Agus Rohmat dalam konferensi pers virtual, dikutip dari KompasTekno, Kamis (17/6/2021).

Selain kecepatan download, kualitas menonton video 4K di YouTube juga jadi aspek yang dijajal. Ternyata, dari demo tersebut, jaringan 5G Smartfren terbilang mulus untuk menyaksikan video beresolusi 2.160 piksel atau 4K di YouTube. "Ketika video di-fast forward pun, buffering-nya sangat sedikit sekali. Kalau memakai 4G untuk menonton 4K, itu buffering-nya akan sangat tinggi," kata Agus.

Tak hanya itu, pada uji coba kali ini, Smartfren juga mendemonstrasikan penggunaan teknologi virtual reality (VR) untuk memonitor pabrik, bermain game, hingga remote tourism. "Dengan VR dan video remote tourism ini, kita seolah-olah bisa merasakan ikut wisata. Bisa juga untuk mengiklankan pariwisata kita," kata Agus.

Meski sudah melakukan uji coba dua kali, Smarfren sendiri belum mengumbar kapan pastinya akan melakukan uji laik operasi (ULO), sebagai syarat sebelum menggelar layanan 5G secara komersial. "Tidak lama lagi mudah-mudahan layanan 5G Smartfren akan segera diluncurkan," kata Presiden Director Smartfren, Merza Fachys di acara yang sama.
Sebelumnya, Smartfren juga telah melakukan berbagai usaha untuk segera merealisasikan layanan 5G miliknya. Mulai dari mengikuti lelang frekuensi 2,3 GHz, bersiap merger dengan Moratelindo selaku penyelenggara infrastruktur jaringan serat optik telekomunikasi, dan membeli saham Moratelindo melalui anak perusahaannya. (Kompas.com/Galuh Putri Riyanto)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Jumat 18 Juni 2021 halaman 05.

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Jumat 18 Juni 2021, halaman 08.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved