Breaking News:

Pemkot Magelang Sosialisasikan Kampung Peduli Lingkungan melalui Proklim

Pemerintah Kota Magelang sosialisasikan gerakan "Jateng Gayeng Telung Ng" yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Kegiatan warga Kampung Proklim, Meteseh, Kota Magelang ikut sukseskan program peduli lingkungan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang sosialisasikan gerakan "Jateng Gayeng Telung Ng" yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah. 

Adapun program yang dimaksud meliputi Telung Ng meliputi Ngelongi (mengurangi), Nganggo (menggunakan), dan Ngolah (mendaur ulang) Sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang OT Rustrianto menjelaskan, gerakan ini adalah salah satu upaya dalam mengatasi masalah sampah di Jawa Tengah yang telah disetujui bersama dalam Kongres Sampah tahun 2019 di Tuntang Semarang.

Baca juga: Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sleman Positif Covid-19, Puluhan Pegawai Jalani Swab

"Beberapa gerakan yang sudah dilakukan dan menjadi fokus Pemkot Magelang, salah satunya dengan Program Kampung Iklim (Proklim) di RW 13 Kampung Meteseh. Di kampung ini sudah dimulai tahapan-tahapan penataan lingkungan diantaranya menata puluhan titik biopori (resapan air) hingga penanaman pohon keras dan buah di pinggir Sungai Progo," jelasnya Kamis (17/06/2021).

Tak hanya itu, penanaman tanaman bunga dan sayuran dengan pot dari bahan daur ulang sampah juga digalakkan. 

Tanaman bunga ditempatkan di teras-teras rumah, jalanan kampung, dan jalan menuju lokasi utama yang secara potensi dapat dikembangkan menjadi ekowisata.

“Dalam melaksanakan kegiatan ini, kami didukung banyak elemen, seperti mahasiswa, komunitas, dan tentunya masyarakat setempat yang sangat mendukung kegiatan ini. Termasuk mendukung terwujudnya ekowisata yang berlokasi di area pinggir Sungai Progo,” terangnya.

Komitmen Pemkot Magelang terhadap kelestarian lingkungan diakui pemerintah pusat.

Di mana dibuktikan dengan penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra 2020 pada momen Hari Lingkungan Hidup 2021, pada Selasa (15/06/2021) lalu.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kasus Covid-19 di DI Yogyakarta Meroket, Pemda DIY Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Sementara itu, Kasi Pencegahan Pencemaran Lingkungan dan Konservasi SDA DLH Kota Magelang, Umi Nadhiroh menambahkan,  kampung proklim memang terus menjadi perhatian untuk dapat diwujudkan segera.

Meski dengan anggaran terbatas, tapi terus dikerjakan dengan beberapa tahap.

“Tahun 2020 lalu kita mendapat penghargaan Proklim Utama berupa sertifikat. Tahun ini kita ikutkan lagi dengan kategori Proklim Menuju Lestari tingkat nasional. Maka, gerakan Jateng Gayeng Telung Ng ini kita pusatkan di Proklim. Dan ke depannha diharapkan bisa menjadi wisata ramah Ekoregion,” pungkasnya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved