Update Corona di DI Yogyakarta

14 Pegawai di Balai Kota Yogya Terpapar COVID-19, Dua Kantor Dinas Ditutup Sementara

14 orang itu berasal dari Dinsosnakertrans, Disdukcapil, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, dan Sekretariat Daerah.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA/ Azka Ramadhan
Balai Kota Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebaran COVID-19 yang cukup masif terjadi di lingkungan Balai Kota Yogyakarta.

Sampai dengan Kamis (17/6/2021), 14 pegawai dinyatakan positif terpapar corona.

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi berujar, 14 orang itu, berasal dari beberapa instansi.

Yakni, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, dan Sekretariat Daerah.

Baca juga: BREAKING NEWS : Kembali Catat Rekor Baru, Penambahan 595 Kasus Positif COVID-19 di DIY Hari Ini

Ia pun merinci, terdapat 10 pegawai yang positif covid-19 di Dinsosnakertrans, satu orang di Dinas Dukcapil, dua orang di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dan seorang pegawai yang bertugas di salah satu ruang sekretariat.

"Ada dua kantor yang dua hari ini kita tutup, kita lakukan tracing dan (penyemprotan) disinfektan. Sedangkan untuk Damkar, hanya diliburkan satu grup, karena ada personelnya yang terpapar COVID-19," ungkap Wakil Wali Kota Yogya itu.

Hanya saja, Heroe memastikan, pelayanan masyarakat tidak akan terganggu.

Pasalnya, sepanjang kantor ditutup, semua pegawai menjalani work from home (WFH).

Oleh sebab itu, layanan yang bersifat online, masih bisa berlangsung.

"Kalau Dinsosnakertrans dan Disdukcapil kan memang bisa melayani online, jadi hanya pelayanan offline saja yang kita liburkan, semuanya dialihkan ke online dulu," katanya.

Baca juga: Kasus Positif dan Kematian Akibat COVID-19 di DI Yogyakarta Terbilang Tinggi

"Kantor dinas lainnya juga beroperasi seperti biasa. Apalagi, sebagaimana aturan PPKM Mikro, sebagian masih 50 persen WFH. Setelah tracing dan hasil keluar, kegitan perkantoran akan berjalan normal kembali nanti," imbuh Heroe.

Lebih lanjut, orang nomor dua di kota pelajar tersebut juga belum mengetahui awal mula sebaran virus di lingkungan Balai Kota ini. Maka dari itu, tracing pun dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat sebaran COVID-19.

"Ya, belum bisa kita tentukan, karena ini kan lagi kita coba telusuri dari mana. Misalnya, Dinsos yang 10 orang (positif) perlu dipetakan kontak eratnya, baru bisa kita simpulkan. Semua kontak erat sudah isolasi mandiri," tambahnya.

"Hanya, sebagian besar dari teman-teman itu kan memang domisilinya di luar Kota Yogya," pungkas Heroe. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved