Breaking News:

Jawa

UPDATE Jalan Tol Yogyakarta-Solo di Klaten, 19 Tanah Kas Desa Beku Ikut Digilas Tol

Sebanyak 19 bidang tanah kas desa (TKD) di Desa Beku, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten ikut terdampak pembangunan tol Yogyakarta-Solo.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Sejumlah warga mengikuti musyawarah Tol Yogyakarta-Solo di Desa Beku, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Selasa (15/6/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebanyak 19 bidang tanah kas desa (TKD) di Desa Beku, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten ikut terdampak pembangunan tol Yogyakarta-Solo.

Selain itu, juga terdapat satu masjid dan dua komplek permakaman di desa itu yang juga ikut diterjang oleh Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.

"Di Desa Beku, terdapat 69 bidang tanah yang terkena pembangunan tol. Di mana, 19 bidang tanah merupakan tanah kas desa," ujar Staf PPK Tol Yogyakarta-Solo di Klaten Christian Nugroho pada Tribunjogja.com, Selasa (15/6/2021).

Ia mengatakan, ada pun 50 bidang tanah sisanya merupakan tanah milik warga.

Dari 50 bidang tersebut, 47 pemilik bidang tanah telah menyetujui penetapan bentuk ganti kerugian saat musyawarah ganti kerugian tol tersebut di lakukan Selasa pagi.

Baca juga: Sejumlah Warga Terdampak Tol Yogyakarta-Solo Boyong Pohon Pisang dan Pohon Sengon ke BPN Klaten

"Pemilik 2 bidang tanah belum tanda tangan dan satu bidang tanah lainnya merupakan masjid," katanya.

Menurutnya, dua pemilik bidang tanah yang belum menandatangani musyawarah ganti kerugian lantaran pemilik tanah tersebut butuh konsultasi karena tanahnya merupakan warisan keluarga," jelasnya.

Disinggung terkait nominal ganti kerugian dari 69 bidang tanah di Desa Beku itu, Christian mengatakan jika 69 bidang tanah tersebut memiliki nilai taksiran sebesar Rp78 miliar.

Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan (BPN) Klaten, Agung Taufik Hidayat mengatakan jika hingga awal Juni 2021 ini, pihaknya telah melaksanakan musyawarah ganti kerugian tol Yogyakarta-Solo di 17 desa di Klaten.

"Hingga sekarang sudah 17 desa yang kita musyawarahkan. Kita optimis musyawarah berjalan lancar hingga akhir tahun ini," jelasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved