Tiga Seniman Muda Berkolaborasi di Pameran Seni 'Titik Temu'

Tiga seniman muda berkolaborasi dalam pameran seni bertajuk 'Titik Temu', yang diselenggarakan di Green Art Space Greenhost Boutique Hotel Yogya

TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
Pembukaan pameran seni rupa Titik Temu di Green Art Space Greenhost Boutique Hotel, Yogyakarta, Senin (14/6/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM - Tiga seniman muda yakni Catur Agung Nugroho, Rizka Azizah Hayati, dan Khoirul Fahmi berkolaborasi dalam pameran seni bertajuk 'Titik Temu', yang diselenggarakan di Green Art Space Greenhost Boutique Hotel, Yogyakarta, dari tanggal 14 Juni hingga 14 Juli 2021 mendatang.

Tiga seniman muda berasal dari tiga institusi yang berbeda yakni UNY Yogyakarta, ISI Yogyakarta dan ISI Solo mencoba menyampaikan pesan mengenai daur ulang sampah dan isu lingkungan, mengolah berbagai komposisi material bahan bekas, acrylic serta seni pahat.

"Kami bertemu pada bulan Maret, punya latar belakang yang sama yakni seni rupa kemudian tercetus ide untuk membuat pameran bareng. Biasanya, kenal cukup lama baru membuat pameran bersama, tapi kami berpikir pameran ini menjadi tempat kami bertemu, saling mengenal melalui project yang digarap bersama," ujar Catur Agung Nugroho pada pembukaan pameran, Senin (14/6/2021).

Dalam kesempatan tersebut, hadir untuk membuka pameran yakni perupa senior Laksmi Shitaresmi.

Ia berharap, 'Titik Temu' menjadi pijakan bagi tiga seniman muda ini untuk terus berproses dan berkembang.

"Saya harap kalian tidak cepat puas, jadi terus berusaha menunjukkan keresahan-keresahan melalui karya. Semoga pameran yang ingin menyampaikan pesan-pesan isu lingkungan melalui karya seni dapat berjalan lancar dan banyak pengunjung dapat teredukasi dengan pesan yang ingin disampaikan," ujar Laksmi.

Penulis pameran, Arlingga Hari Nugroho mengatakan, pameran Titik Temu menjadi semacam ruang singgah perjalanan Catur Agung Nugroho, Rizka Azizah Hayati, dan Khoirul Fahmi yang tak ingin buru-buru untuk mengucapkan salam perpisahan, sebab tempat terindah dalam perjalanan adalah pertemuan.

Dengan latar belakang yang berbeda, masing-masing mencoba mendaur ulang ingatan dan cerita awal perjumpaan mereka menjadi beragam karya seni.

Dengan gaya abstrak ekspresionisme, Catur membakar dan mengalihfungsikan material plastik menjadi lelehan garis dan kerutan di atas kanvas.

Sedangkan Rizka, menggunakan teknik melukis mixed media sebagai luapan atas rasa luka yang membekas dalam diri.

Berbeda dengan kedua sahabatnya, Fahmi justru mencoba mendefinisikan ulang makna “daur ulang” itu sendiri dalam medium lukis dan patung.    

"Keberagaman ini, seolah-olah menjadi “titik temu” dalam pertemuan mereka. Dalam pengertian lain, “titik temu” dapat juga bermakna kesepakatan. Lantas dimanakah sebenarnya letak pertemuan? Setiap langkah kaki akan selalu menuntun kita mengalir hingga suatu tempat. Bisa saja kita bertemu di simpang jalan atau bertemu di salah satu lorong pusat perbelanjaan," kata Arlingga.

"Atau mungkin perjumpaan dalam mimpi yang sering kali kita kesusahan untuk mengingatnya. Sebab barangkali pertemuan tak melulu berbicara tempat, melainkan luapan rasa dan tumpukan cerita dalam suatu ruang yang saling bertemu. Jika luapan rasa dan tumpukan cerita ini bertemu, jarum jam hanya akan menjadi penonton yang tenang—sampai-sampai kita lupa jam pulang. Selamat bertemu. Selamat berbagi rasa dan cerita dalam pameran Titik Temu. Sebab pertemuan bukan lagi menjadi selingan. Pertemuan haruslah menjadi tujuan," tambahnya.

GM Corporate Ayom Group, Vivie Elizabeth, mengatakan pameran ini merupakan komitmen dari Greenhost Boutique Hotel mewadahi komunitas dan seniman berkembang serta menyalurkan bakat mereka.

"Sejak dahulu Greenhost sudah mengakomodir seniman-seniman untuk melakukan pameran dan mendukung karya-karya mereka. Pameran Titik Temu ini akan dimulai pada tanggal 14 Juni 2021 dan berakhir pada tanggal 14 Juli 2021 mulai pukul 09.00 hingga 20.00 WIB tentunya menerapkan protokol kesehatan yang ketat.  Penyediaan wadah untuk pameran dengan harapan,seniman muda terus berkembang dan dapat menyalurkan bakatnya," ujar Vivie.

Sedangkan Marketing Communication Greenhost Boutique Hotel, Aisha Wai Yasmina menambahkan, para tamu dan pengunjung yang tertarik pada karya seni 3 seniman muda ini boleh sekali membawa pulang untuk dikoleksi.

"Hanya perlu menghubungi front office untuk melakukan pembayaran setelah itu tentunya akan dibantu oleh tim kami untuk diproseskan untuk dibawa pulang," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved