Berita Kesehatan
Nyeri Dada Tak Selalu Dipicu Penyakit Jantung, Ini Daftar Penyebabnya
Banyak orang yang menghubungkan nyeri di bagian dada sebagai akibat dari penyakit jantung. Padahal ada begitu banyak kemungkinan penyebabnya.
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Gejala lain termasuk sesak napas, batuk, dan mengi.
6. Paru-paru kolaps
Ketika udara menumpuk di ruang antara paru-paru dan tulang rusuk, paru-paru bisa kolaps, menyebabkan nyeri dada mendadak saat bernapas.
Jika seseorang memiliki paru-paru yang kolaps, mereka juga akan mengalami sesak napas, kelelahan, dan detak jantung yang cepat.
7. Kostokondritis
Costochondritis adalah peradangan pada tulang rawan tulang rusuk.
Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dada.
Nyeri costochondritis bisa bertambah parah saat duduk atau berbaring di posisi tertentu, serta saat seseorang melakukan aktivitas fisik apa pun.
8. Gangguan kontraksi kerongkongan
Gangguan kontraksi esofagus adalah kejang atau kontraksi pada pipa makanan.
Gangguan ini juga dapat menyebabkan nyeri dada.
9. Hipersensitivitas esofagus
Perubahan tekanan dalam pipa makanan atau adanya asam terkadang dapat menyebabkan rasa sakit yang parah.
10. Ruptur esofagus
Jika pipa makanan pecah, ini bisa menyebabkan nyeri dada yang tiba-tiba dan intens.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/nyeri-dada-non-penyakit-jantung.jpg)