Breaking News:

PLN UID DIY Jateng

PLN Solo Dukung Penggunaan Mobil Listrik 

PLN terus memberikan dukungan kepada penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), termasuk di Kota Solo

Editor: Ikrob Didik Irawan
ist
PLN terus memberikan dukungan kepada penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), termasuk di Kota Solo 

TRIBUNJOGJA.COM, SURAKARTA - PLN terus memberikan dukungan kepada penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), termasuk di Kota Solo. 

“Salah satunya adalah penyediaan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU),” kata Manager PLN UP3 Surakarta, Joko Hadi Widayat.  

Beberapa SPKLU sudah tersedia di jalur tol Trans Jawa. Hal itu membuat pengguna mobil listrik tidak perlu khawatir kehabisan daya saat melakukan perjalanan jauh. 

Di Solo, misalnya, SPKLU tersedia di rest area jalan tol Trans Jawa 519A dan 519B yang berada di Masaran, Sragen. Ada juga pihak swasta yang membuat SPKLU di pusat perbelanjaan. 

“Bisa nge-charge mobil sambil berbelanja atau ngopi,” katanya. 

Salah satu pengusaha asal Solo, Haryanto Gareng kini menjadi pengguna baru mobil listrik. Selama beberapa bulan terakhir dia merasakan keandalan dan efisiennya menggunakan kendaraan ramah energi itu. 

“Saya mulai mencoba menggunakan mobil listrik sejak 3 bulan lalu,” kata pria yang menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Solo ini. 

Menurutnya, untuk mengisi daya baterai mobil listriknya hingga penuh, dia hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp 50 ribu.

Dalam kondisi baterai penuh, mobil itu bisa melaju hingga jarak lebih dari 300 kilometer. Artinya, dia hanya menghabiskan biaya sebesar Rp 10 ribu untuk bisa melajukan mobilnya sejauh 60 kilometer. 

“Jika pakai mobil biasa, beli bensin seharga Rp 10 ribu paling hanya bisa untuk 9 kilometer,” katanya membandingkan. 

Saat ini PLN juga menyiapkan skema pemberian stimulus kepada para pengguna mobil listrik. Stimulus itu berupa diskon khusus penggunaan listrik pada pukul 22.00 WIB-05.00 WIB. 

“Itu merupakan waktu pemilik mobil listrik biasanya meng-charge mobilnya, harapannya akan semakin banyak yang tertarik menggunakan mobil listrik,” kata Joko. 

PLN UP3 Surakarta juga terus melakukan pemetaan penggunaan mobil listrik di Kota Solo dengan menjalin komunikasi dengan sejumlah Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM).

Pemetaan ini diperlukan untuk mengukur kebutuhan fasilitas SPKLU di kota itu. 

"Dengan bertambahnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, PLN akan menambah jumlah SPKLU di lokasi-lokasi lainnya agar masyarakat pengguna kendaraan listrik dapat dengan nyaman mengakses ketersediaan tenaga listrik sesuai kebutuhannya," pungkasnya. (rls/adv)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved