Komentar Iran Soal Lengsernya Benyamin Netanyahu dari Kursi Perdana Menteri Israel

Komentar Iran Soal Lengsernya Benyamin Netanyahu dari Kursi Perdana Menteri Israel

Tayang:
Editor: Hari Susmayanti
the straits times
Naftali Bennett 

TRIBUNJOGJA.COM, DUBAI - Iran akhirnya turut berkomentar atas pelengseran Benyamin Netanyahu dari kursi Perdana Menteri Israel yang digantikan oleh Naftali Bennett.

Pergantian perdana menteri itu diyakini oleh Iran tak akan mengubah kebijakan luar negeri dan kemanan Israel.

"Musuh Iran hilang dan Iran yang kuat masih di sini. Saya tidak berpikir kebijakan Israel akan berubah dengan pemerintahan baru," kata Saeed Khatibzadeh, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin (14/6/2021), menurut kantor berita ISNA, seperti dilansir Reuters.

Komentar itu disampaikan menyusul berakhirnya kepemimpinan Benyamin Netanyahu selama 12 tahun terakhir.

Yair Lapid, Pemimpin partai oposisi terbesar Israel Yesh Atid, telah berhasil membentuk pemerintahan yang mengangkat Naftali Bennett sebagai Perdana Menteri (PM) Israel, mengakhiri era Benjamin Netanyahu.

Lewat pemungutan suara yang diikuti oleh 120 anggota parlemen Israel atau Knesset, Benjamin Netanyahu akhirnya kalah dengan perolehan 59 suara.

Sementara anggota parlemen yang setuju untuk melengserkan Benjamin ada 60 orang.

Bennet merupakan pemimpin partai sayap kanan Yamina yang berhasil mengakhiri 12 tahun pemerintahan Netanyahu di negeri zionis itu.

Dikutip dari laman Sputnik News, Senin (14/6/2021), ribuan warga Israel bergerak menuju pusat kota Tel Aviv, kota tepi pantai Israel, untuk menandai berakhirnya 12 tahun kekuasaan Netanyahu saat pemerintahan koalisi baru mulai menjabat.

Baca juga: Lewat Pemungutan Suara, Benjamin Netanyahu Dilengserkan dari Kursi Perdana Menteri Israel

Baca juga: PM Israel Benjamin Netanyahu Resmi Lengser Setelah Memimpin Selama 12 Tahun, Siapa Penggantinya?

Kawasan Balai Kota Tel Aviv pun diterangi lampu dan dihiasi bendera Israel untuk menyambut perayaan tersebut.

Di alun-alun yang terletak di depannya, penduduk kota mengibarkan bendera dan bersulang sambil mendengarkan musik yang menggelegar.

Bahkan banyak diantara warga yang memainkan gelembung sabun dan meniupkannya ke udara.

Ribuan orang disebut telah berkumpul di Rabin Square yang terletak di Tel Aviv.

Seperti yang disampaikan jurnalis setempat, Noga Tarnopolsky.

"Kota itu sedang merayakan 'akhir era Netanyahu' yang telah berlangsung selama 12 tahun. Orang-orang bertepuk tangan, bersorak dan mengibarkan bendera saat parlemen bersumpah untuk menjanjikan 'perubahan'," kata Tarnopolsky.

Media lokal ​Kann News pun menyiarkan video dari alun-alun balai kota saat Bennett diumumkan sebagai Perdana Menteri baru Israel, disambut sorak sorai dari kerumunan warga.

Menurut video terbaru yang beredar, masih banyak warga yang merayakan momen ini di alun-alun hingga larut malam.

​Sementara itu, para pemimpin dunia telah memberikan ucapan selamat kepada Bennett dan Lapid atas pelantikan tersebut.

Sejumlah pemimpin dunia yang telah mengucapkan selamat diantaranya Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Kanselir Austria Sebastian Kurz.

Biden mengucapkan selamat kepada kabinet koalisi dan menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan pemerintahan Bennett.

"Atas nama rakyat Amerika, saya mengucapkan selamat kepada Perdana Menteri Naftali Bennett, Perdana Menteri Alternatif dan Menteri Luar Negeri Yair Lapid, dan semua anggota kabinet baru Israel. Saya berharap dapat bekerja sama dengan Perdana Menteri Bennett untuk memperkuat semua aspek hubungan yang erat dan langgeng antara kedua negara," kata Biden.

Mendapatkan ucapan selamat dari Biden, Bennet pun berterima kasih dan mengatakan bahwa dirinya juga menantikan momen untuk bisa bekerja sama dengan Biden.(Reuters/Sputnik News)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judulIran: Kebijakan Israel tidak akan Berubah di Tangan Pemerintahan Baru PM Naftali Bennett

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved