Breaking News:

Gaspol 52

Penampakan Unik Vespa Kepik Hasil Modifi Bajaj Super 1973

MEMBANGUN motor kustom adalah sebuah karya seni. Layaknya karya seni pada umumnya, terdapat filosofi di dalamnya.

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Agus Wahyu

"Di samping karena paraban saya di desa itu Kepik, alasan lainnya bagian lantainya rusak parah. Kemudian dari Kandang Kebo Garage juga memberikan masukannya dalam pengerjaan motor ini," tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, tak ada kesulitan berarti dalam pengerjaan motor ini. Hanya saja, yang menjadi tantangannya ialah penggarapan kaki-kaki bagian depan.

"Tak ada kesulitan sih sebenarnya dalam proses pengerjaan, hanya saja bagian kaki-kaki depan butuh beberapa penyesuaian," ujarnya.

Selain bagian kaki-kaki, ada beberapa bagian lainnya yang juga dikustom, di antaranya setang, slebor depan, juga bagian bodi motor. Bukan hanya memangkas tameng dan lantai, namun juga membuat pijakan kaki.

Sementara untuk pengereman, ada beberapa ubahan yang ia terapkan pada tunggangannya. Tuas persneling tetap di tangan alias handle sebelah kiri, sedangkan handle bagian kanan tak lagi berfungsi sebagai rem depan, melainkan menjadi rem belakang.

Sempat Viral di Medsos
VESPA Kepik unik ini sempat viral di media sosial (medsos), khususnya Instagram, beberapa waktu lalu. Di video berdurasi singkat itu menampakkan Vespa Kepik ditunggangi rekan Chandra, tengah melintas di bawah Jembatan Kewek, Kota Yogyakarta.

"Saya sendiri kaget saat video Vespa Kepik ini direpost banyak akun instagram, padahal Vespa Kepik ini sudah lama. Saya senang banyak yang apresiasi keunikan motor ini," ujarnya.

"Bahkan sempat ada bapak beserta anaknya, bertanya apakah Vespa Kepik ini dijual atau tidak. Bahkan, dia pun sempat menawarkan untuk ditukar Vespa lawas standar. Tapi saya tak lepas, sebab bagaimanapun ini tunggangan pertama saya," tandasnya.

Sekadar informasi, dalam keadaan standar pabrikan Vespa klasik identik rem belakang berada pada deck alias lantai dengan sistem injak mirip dengan pedal rem pada mobil. "Sistem pergantian gigi tetap sama. Sedangkan, untuk sistem pengereman hanya rem belakang saja," ujar Chandra.

Tak dipungkiri, banyak perbedaan bukan hanya segi tampilan, namun juga sensasi mengendarai Vespa Kepik miliknya ini. "Saya sendiri merasa nyaman. Kalau bicara perbedaan, pasti banyak ya. Terutama saat dikendarai jadi tidak imbang antara ban depan dan belakang karena jarak antar roda yang terlalu dekat," ujar Chandra.

"Sehingga dikendarai megal-megol. Saya mengakali ini dengan posisi riding lebih ke belakang, sehingga terkadang bagian ban depan sedikit terangkat, nggandul-nggandul," tambahnya. (han)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Minggu (13 Juni 2021) halaman 08.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved