Breaking News:

Update Corona DI Yogyakarta

Temuan Kasus Covid-19 di Sleman Tinggi, Bupati Kustini: Jangan Lengah, Jangan Bosan Prokes!

Penularan kasus Covid-19 di Kabupaten Sleman masih tinggi. Bahkan, saat ini muncul dua klaster yang bermula dari keluarga, yaitu di Selomartani

TRIBUNJOGJA/ Ahmad Syarifudin
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Penularan kasus Covid-19 di Kabupaten Sleman masih tinggi. Bahkan, saat ini muncul dua klaster yang bermula dari keluarga, yaitu di Selomartani dan Minomartani.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengimbau kepada masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan. 

"Bagi masyarakat, nanti kan ada sekolah tatap muka. Kami imbau masyarakat tetap pakai prokes. Jangan lengah, jangan bosan. Karena itu untuk kesehatan pribadi keluarga dan masyarakat," kata dia, ditemui di Pendopo Parasamya, Jumat (11/6/2021). 

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta 11 Juni 2021: Tambahan 417 Kasus Baru, 9 Orang Meninggal

Ia berharap, semua masyarakat mematuhi. Sebab hal itu demi kesehatan bersama. "Mari kita sadar bareng-bareng, gotong royong, kalau pemerintahnya oke, tapi kalau masyarakatnya tidak oke, nanti seperti ini (muncul klaster)," ujar Kustini. 

Menurut dia, temuan kasus positif di Bumi Sembada banyak, karena tracing yang dilakukan juga tinggi.

Ia menduga di daerah lain pun sebenarnya tak jauh berbeda, jika melakukan hal yang sama.

Kustini mengaku gencar melakukan tracing, karena ingin yang terbaik bagi masyarakat.

Bahkan, kata Kustini, APBD yang digelontorkan untuk penanganan kesehatan di Kabupaten Sleman, mencapai 20 persen.

Tracing masif sehingga temuan kasus juga tinggi. Ia mencontohkan, kasus penularan yang terjadi di Papringan.

Berawal dari satu orang yang ditracing mencapai 400 orang. 

Baca juga: Update Daftar Harga Bahan Pangan di DI Yogyakarta, Cabai Turun Hingga Telur Alami Kenaikan

"Kan biayanya mahal toh itu. Karena harapannya masyarakat sehat dan kasus tidak kemana-mana," ujar Kustini. 

Diketahui, kasus positif di Kabupaten Sleman, hingga Kamis (10/6/2021) sore, totalnya mencapai 17.201 orang.

15.104 di antaranya sembuh dan 505 meninggal dunia. Saat ini, ada dua klaster keluarga yang berkembang dan menjadi perhatian. Yaitu di Plosokuning V Minomartani, Ngaglik dan Ngrangsan, Selomartani, Kalasan. (rif)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved