Breaking News:

Update Corona DI Yogyakarta

Kasus Covid-19 DI Yogyakarta Melonjak, Gubernur DIY Instruksikan Ini Agar Penularan Tak Meluas

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pun berencana untuk memperketat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro

TRIBUNJOGJA/ Yuwantoro Winduajie
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus terkonfirmasi Covid-19 di DI Yogyakarta masih mengalami lonjakan dua hari terakhir ini.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pun berencana untuk memperketat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro guna meredam laju penularan Covid-19 di wilayah ini.

"Harapan kita ini agar bisa cepat kita tangani sehingga penularannya tidak akan meluas. Tapi kami juga berharap pengawasan di kabupaten kota dimungkinkan agar Covid ini dapat cepat selesai," jelas Sri Sultan usai menggelar rapat dengan Forkompinda terkait penanganan Covid-19, Jumat (11/6/2021).

Rencananya, pengetatan bakal dilakukan setelah pemberlakuan PPKM mikro jilid 9 berakhir pada 14 Juni 2021 mendatang.

Baca juga: Putusan Praperadilan Kasus Jamu Pegel Linu Kulon Progo Gugur, Prosedur BBPOM Yogyakarta Sudah Sesuai

Sri Sultan melanjutkan, Pemda DIY dalam waktu dekat akan segera mengeluarkan aturan terkait pengetatan PPKM mikro. Berlaku saat masa perpanjangan PPKM yakni pada 15 Juni 2021. 

Di dalamnya bakal mengatur tentang batasan peserta yang dapat mengikuti kegiatan masyarakat serta izin penyelenggaraan acara.

"Prinsip tetap akan menggunakan PPKM yang ada tapi mungkin ada tambahan (aturan) secara teknis. Pada aspek pengawasan, aspek kalau ada pertemuan hajatan, dan sebagainya," jelas Raja Keraton Yogyakarta ini.

Salah satu hal yang disepakati adalah untuk memperketat pelaksanaan kegiatan sosial dan masyarakat seperti hajatan, pengajian, hingga takziah.

"Kita atur yang lebih mikro, dengan harapan tidak ada penafsiran yang berbeda lagi. Kita tadi sudah sepakat untuk pertemuan seperti hajatan-hajatan dan sebagainya bisa lebih diatur secara jelas," tandas Sri Sultan.

Penyelenggaraan kegiatan masyarakat mendapat sorotan lantaran klaster-klaster baru yang muncul di DIY disebabkan dari terselenggaranya berbagai kegiatan yang mengabaikan protokol kesehatan.

Bahkan saat ini penularan yang disebabkan oleh pelaku perjalanan asal luar daerah tergolong minim. Tren penularan lebih didominasi pada lingkup keluarga dan tetangga di suatu kampung.

"Tempat- tempat yang bisa mendatangkan kerumunan itu jadi suatu sangat penting. Klaster yang terjadi di level desa terjadi karena kerumunan yang tak terkontrol," tandas Sri Sultan. (Tro)

Penulis: Yuwantoro Winduajie
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved