Breaking News:

Erupsi Gunung Merapi

BREAKING NEWS : Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Sejauh 1,5 Km Pagi Ini

Jumat (11/6/2021) pagi ini, Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran, tepatnya sekira pukul 08.20 WIB.

Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: Gaya Lufityanti
Twitter BPPTKG
Awanpanas guguran Gunung Merapi tanggal 11 Juni 2021 pukul 8.18 WIB tercatat di seimogram dengan amplitudo 40 mm dan durasi 99 detik. jarak luncur 1.500 m ke arah barat daya. 

TRIBUNJOGJA.COM - Jumat (11/6/2021) pagi ini, Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran, tepatnya sekira pukul 08.20 WIB.

Berdasarkan informasi yang dirilis BPPTKG melalui akun twitternya, awan panas meluncur dengan jarak luncur 1.500 m ke arah barat daya.

BPPTKG juga mencatat, awan panas guguran ini tercatat di seimogram dengan amplitudo 40 mm dan durasi 99 detik. 

Sebelumnya, BPPTKG memantau adanya satu kali awan panas guguran dengan jarak luncur 1000 m mengarah ke tenggara pada pengamatan mulai dari pukul 00.00-06.00 WIB.

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi Jumat 11 Juni 2021, 4 Kali Guguran Lava Pijar 1 Km ke Barat Daya dan Tenggara

Selain awan panas guguran, BPPTKG juga mengamati 4 kali guguran lava pijar  dengan jarak luncur maksimal 1.000 m ke arah barat daya dan tenggara pada periode ini.

Guguran terhitung terjadi sebanyak lima kali dengan amplitudo 3-35 mm berdurasi 13-172 detik.

Hembusan berjumlah sekali, amplitudo 8 mm berdurasi 18 detik.

Hybrid/Fase Banyak berjumlah empat kali, amplitudo 3-5 mm, S-P 0.3-0.5 detik berdurasi 5-9 detik.

BPPTKG mengumumkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya.

Baca juga: VIRAL Video Sekelompok Remaja di Tanda Pasar Bubrah Merapi saat Status Siaga, Ini Tanggapan TNGM

Area itu meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu Sungai Gendol sejauh 3 km.

Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. 

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. 

Masyarakat juga diminta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar gunung merapi.

Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved