Suriah Sudah Aktifkan Sistem Pertahanan Udara, Serangan Udara Israel Tewaskan 11 Tentara dan Milisi
Belasan Orang Tewas Dalam Serangan Udara Israel Meski Suriah Sudah Aktifkan Sistem Pertahanan Udara
Sementara itu, Newsweek melaporkan bahwa serangan itu dilaporkan menghantam provinsi Homs, sebuah wilayah yang berbatasan dengan Lebanon tengah.
Hezbollah yang didukung Iran, sebuah partai politik dan kelompok milisi di Lebanon, mempertahankan pengaruh dan kehadirannya di wilayah tersebut.
Di sisi lain, militer Israel belum secara terbuka menggonfirmasi serangan itu. Serangan rudal Israel terakhir terhadap Suriah yang dikonfirmasi terjadi pada 5 Mei.
Serangan itu menghantam pelabuhan Latakia di pantai timur laut Suriah.
Serangan itu menewaskan satu orang dan melukai enam orang, menurut Haaretz.
Media pemerintah Suriah melaporkan kala itu, rudal tersebut menghantam sebuah pabrik plastik dan titik-titik lain di sepanjang pantai Suriah, Associated Press melaporkan.
Pasukan pertahanan udara Suriah mengatakan telah menembak jatuh rudal Israel lainnya sebelum mereka bisa mengenai target mereka.
Tiga Roket Meluncur ke Israel
Sebelumnya pada bulan Mei lalu, roket yang berasal dari Suriah meluncur ke Israel.
Serangan roket dari Suriah itu terjadi pada Jumat (14/5/2021) lalu.
Total ada tiga roket yang diluncurkan dari Suriah ke Israel.
Belum ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut.
Melansir The Hill, serangan tersebut dikhawatirkan memperluas medang peperangan saat Israel bertempur melawan para milisi di Jalur Gaza.
Serangan roket dari wilayah Suriah tersebut terjadi selang sehari setelah tiga roket ditembakkan ke Israel dari Lebanon.
Kedua serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa perang melawan kelompok bersenjata di Jalur Gaza dapat meluas ke bagian lain di Timur Tengah.