Berbagai Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Work From Jogja, Dorong Pemulihan Ekonomi di DIY
Dalam rangka mendukung program pemulihan ekonomi nasional, Pemda DIY berencana menggulirkan program Work From Jogja
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
Sudah Diterapkan Pelaku Industri Pariwisata
Sementara Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mengungkapkan, program Work From Jogja sebenarnya sudah diterapkan pelaku industri pariwisata sejak beberapa waktu lalu di DIY.
Mulai dari staycation di hotel ataupun desa wisata dan meeting exhibition. Ini disebut dengan sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
"Namun karena gaungnya work from Bali maka kita mempromosikan Work From Jogja," paparnya.
Singgih berharap, tak hanya hotel saja yang dapat digunakan sebagai tempat singgah para wisatawan, namun juga desa wisata.
Mengingat infrastruktur di desa-desa wisata juga telah memadai. Misalnya terkait ketersediaan jaringan internet.
“Secara infrastruktur dan konektivitas, kita sangat siap,” tutupnya.
Singgih menambahkan, DIY memiliki potensi yang besar dalam penerapan program Work from Jogja.
Selain moda transportasi yang mudah dijangkau, destinasi wisata, hotel dan wisata kuliner pun sangat beragam.
"Karenanya perlu mendapatkan perhatian dari goverment, pebisnis dan lain untuk kita dorong meeting exhibition di Yogya," imbuhnya.
Ekonomi Bergantung di Sektor Pariwisata dan Pendidikan
Kepala Kanwil Bank Indonesia Yogyakarta, Miyono, mengungkapkan jika ekonomi di DIY sangat bergantung pada sektor pariwisata dan pendidikan.
Namun pertumbuhan kedua sektor tersebut kini cukup terhambat karakternya bersifat menimbulkan kerumunan.
“Ekonomi DIY itu adalah crowd economy, jadi memang sangat bergantung pada kerumunan,” tukasnya.
Menurutnya, reaktivasi pada kedua sektor tersebut akan membawa dampak positif terhadap pemulihan ekonomi DIY.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tugu-jogja-atau-tugu-pal-putih-yogyakarta.jpg)