Video Detik-detik Presiden Prancis Emmanuel Macron Ditampar Seorang Pria

Video Detik-detik Presiden Prancis Emmanuel Macron Ditampar Seorang Pria

Editor: Hari Susmayanti
EMMANUEL MACRON / TWITTER / AFP
Pengambilan gambar ini diambil dari sebuah video yang dipublikasikan di akun twitter Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 7 Januari 2021 menunjukkan Presiden Prancis sedang menyampaikan pidato setelah pendukung Presiden AS Donald Trump menyerbu Capitol AS. Pemimpin Prancis Emmanuel Macron mengatakan: "Kami tidak akan menyerah pada kekerasan beberapa orang yang ingin mempertanyakan" demokrasi setelah pendukung Donald Trump melanggar Capitol AS beberapa jam sebelumnya. 

TRIBUNJOGJA.COM, TAIN-I'HERMITAGE - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengalami hal yang tidak terduga saat menyapa warga.

Orang nomor satu di Prancis tersebut tiba-tiba ditampar oleh seorang pria saat melakukan kunjungan di tenggara wilayah tersebut pada Selasa (8/6/2021) kemarin.

Video detik-detik Presiden Prancis Emmanuel Macron inipun viral di media sosial.

Salah satunya diunggah oleh akun Twitter @NasraBashiir.

Hingga saat ini belum diketahui motif pria bertubuh gempal tersebut melakukan aksinya.

Dalam video yang diunggah ke media sosial, Macron mendekati penghalang untuk bertemu dan berjabat tangan dengan pemilih.

Saat itulah, seorang pria berkaus hijau memegang sikunya dan mengucapkan beberapa patah kata lalu menamparnya.

Pengawal Macron dengan cepat turun tangan dan dua orang ditahan setelah itu, kata pejabat setempat.

Pernyataan dari prefektur wilayah Drome menyebutkan detik-detik kejadian itu.

"Sekitar pukul 13:15 presiden masuk ke mobilnya setelah mengunjungi sekolah menengah, tetapi kembali karena penonton memanggilnya," katanya.

"Dia pergi menemui mereka dan saat itulah insiden itu terjadi," katanya.

Baca juga: Hari Ini Aziz Syamsuddin Penuhi Panggilan Penyidik KPK

Baca juga: Perjalanan Karir Pangdam Jaya Mayjen Mulyo Aji, Sempat Tiga Kali Terjun dalam Operasi Timor Timur

Kantor kejaksaan setempat menyatakan, dua pria berusia 28 tahun yang tinggal di wilayah itu sedang diinterogasi.

“Tetapi pada tahap interogasi ini, motif mereka masih belum diketahui,” katanya.

Serangan di Desa Tain-l'Hermitage di wilayah Drome memicu kemarahan di seluruh spektrum politik dan menimbulkan pertanyaan atas tur mengunjungi masyarakat yang oleh Macron disebut sebagai safari untuk mendengarkan dan mengetahui situasi di masyarakat.

"Politik tidak akan pernah bisa menjadi kekerasan, agresi verbal, apalagi agresi fisik," ujar Perdana Menteri Jean Castex kepada parlemen. Ia menambahkan, “melalui presiden, demokrasilah yang menjadi sasaran".

Macron melanjutkan perjalanannya setelah itu, kata seorang ajudan, yang menggambarkan insiden itu sebagai sebuah “usaha tamparan" meskipun rekaman video menunjukkan tangan pria itu sudah mengenai wajah presiden.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved