Yogyakarta
Komisi A DPRD DIY Dorong Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Pembangunan Daerah
Eko SUwanto mendorong Pemda DIY maupun masyarakat umum untuk mempraktekkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah menetapkan tanggal 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016.
Penetapan tersebut bertujuan agar pemerintah, masyarakat, dan seluruh komponen bangsa memperingati Pancasila sebagai ideologi bangsa.
Di bulan Pancasila ini, Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) DIY maupun masyarakat umum untuk mempraktekkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pimpinan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD DIY ini menjelaskan, dalam konteks pembangunan daerah, pemerintah memiliki tugas untuk melayani, melindungi, dan memberdayakan rakyatnya.
Nilai-nilai tersebut sempat disampaikan Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Soekarno dalam Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945 lalu yang juga menjadi tonggak penetapan Hari Lahir Pancasila.
Baca juga: PKL Malioboro Semangat Peringati Hari Kelahiran Pancasila
"Sehingga apa yang disampaikan Bung Karno dalam pidatonya, tujuan akhirnya adalah merdeka dalam arti sesungguhnya. Merdeka ketika rakyat tidak takut tidak punya biaya saat berobat. Merdeka karena bisa akses sekolah, ini yang menjadi tujuan bersama," ungkap Eko dalam acara Ngobrol Parlemen bersama DPRD DIY yang disiarkan secara langsung oleh Tribun Jogja, Jumat (4/6/2021).
Lebih jauh, mengacu pada pemikiran Bung Karno tersebut, penyusunan kebijakan pembangunan di DIY baik dalam tahap perencanaan hingga penganggaran harus sejalan dengan konstitusi negara dan Ideologi Pancasila.
Sehingga pembangunan dapat terarah pada perlindungan rakyat, upaya mensejahterakan, sekaligus mencerdaskan kehidupan bangsa.
Di masa pandemi COVID-19 misalnya, Komisi A DPRD DIY mendorong Pemda DIY untuk menaruh tiga fokus utama. Yakni penuntasan pandemi, pemulihan ekonomi, dan penjaminan kebutuhan pangan rakyat.
Jawatannya pun telah memberikan dukungan anggaran kepada pemerintah setempat agar tiga misi utama tersebut berhasil diimplementasikan.
Baca juga: Refleksi Hari Lahir Pancasila, Kapolri: Bersatu dan Gotong Royong Melawan Covid-19
"Inilah yang juga kita lakukan dalam penyusuanan anggaran di DIY. Karena keberpihakan dan komitmen kita untuk mengatasi krisis COVID-19, maka alokasi anggaran sebagian besar kita arahkan untuk pemberdayaan itu," jelasnya.
"Komitmen kita membantu masyarakat terdampak Covid-19. Jadi penting mulai dari aspek sosialisasi edukasi dan membantu masyarakat secara langsung," tambah Eko Suwanto.
Lebih jauh, Eko Suwanto juga mengamati bahwa praktek Pancasila tampak nyata di tengah kehidupan masyarakat DIY.
Warga tak jarang bergotong royong membantu pasien COVID-19 tanpa gejala untuk menjalani isolasi mandiri.
Selain menyediakan shelter, bantuan juga diberikan dalam bentuk dana yang dikumpulkan dari hasil iruan. Digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasien selama menjalani isolasi.
Pada saat Yogya bangkit secara ekonomi, praktek gotong royong tersebut juga tampak semakin nyata.
"Ini salah satu contoh praktek Pancasila yang ada dalam keseharian kita," imbuhnya.
Baca juga: Pancasila, Pedoman Perjuangan untuk Wujudkan Kesejahteraan, Kemakmuran dan Keadilan Rakyat Indonesia
Namun penerapan nilai Pancasila dalam keseharian tak luput dari sebuah tantangan.
Misalnya bagaimana membuat praktik ini agar dapat dilakukan secara berkelanjutan, ikhlas, sungguh-sunguh, dan dengan hati yang bersih.
Komisi A DPRD DIY pun memiliki sejumlah program sebagai upaya untuk menjawab tantangan tersebut.
Diantaranya program Sinau Pancasila sekaligus Sinau Bhineka Tunggal Ika.
"Sudah dikerjakan Pemda beberapa bulan lalu dengan bekerjasama dengan TNI, Polri maupun perguruan tinggi. Salah satu tujuannya untuk menggelolaran praktek Pancasila dalam keseharian," paparnya.
Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY, Rony Primanto Hari mengungkapkan, Pemda DIY ikut memaknai hari Pancasila sebagai momen untuk meningkatkan implementasi nilai pancasila dalam keseharian.
Diskominfo yang memiliki tugas mengembangkan dan memanfaatkan teknologi informasi untuk kehidupan masyarakat, tahun ini punya beragam kegiatan untuk mendorong masyarakat terutama generasi muda untuk mempraktekkan nilai-nilai Pancasila.
Dalam memperingati Bulan Pancasila 2021 misalnya, Kominfo DIY menyelenggarakan Lomba Gelar Budaya Pancasila 2021.
Periode lomba yaitu 1 Juni 2021 sampai 13 Juni 2021 bertajuk Keistimewaan Pancasila, Berbagi, dan Gotong Royong.
"Dalam beberapa berita viral beberapa waktu ini nilai Pancasila generasi milenial dinilai mulai luntur. Kami ingin menepis itu karena kaum milenial punya pemahaman yang baik dengan Pancasila," imbuhnya.
"Maka kami mengadakan lomba dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk yang dapat digunakan untuk mengekspresikan pengetahuan generasi muda tentang nilai-nilai Pancasila," tambah Roni.
Adapun kegiatan yang diadakan meliputi, lomba konten Tik Tok dengan tema indahnya toleransi, lomba konten kreatif video bertema Semangat Berbagi Menuju Indonesia Tangguh, dan Lomba penulisan blog bertajuk Bangkit Melawan Pandemi dengan Gotong Royong.
Selain menggelar perlombaan, Diskominfo DIY juga rutin mensosialsiasikan nilai Pancasila dan mempbulikasikan berbagai macam cerita maupun kisah sejarah terkait Pancasila melalui berbagai macam konten yang diproduksi. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/komisi-a-dprd-diy-dorong-penerapan-nilai-nilai-pancasila-dalam-pembangunandaerah.jpg)