Breaking News:

Beberapa Cabor di Puslatda PON DIY Kesulitan Ikut Try Out

Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Pekan Olahraga Nasional (PON) DI Yogyakarta kini telah masuk ke tahap pra kompetisi, yang mana pada tiga bulan

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
BAIRNSDALEVOLLEYBALL.COM via Kompas.com
Ilustrasi bola voli 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Pekan Olahraga Nasional (PON) DI Yogyakarta kini telah masuk ke tahap pra kompetisi, yang mana pada tiga bulan yang akan datang PON XX Papua akan resmi dilaksanakan.

Semua atlet DIY yang tengah mempersiapkan diri akan ditambah lagi intensitas latihannya mulai bulan Juli 2021 mendatang.

Mereka juga diminta untuk terus mengikuti ajang kejuaraan nasional atau internasional untuk mengasah mental serta hasil latihan yang telah dilaksanakan hingga saat ini.

Baca juga: Bupati Klaten Minta 50 Persen Ruang Rest Area Tol Yogyakarta-Solo Pasarkan Produk UMKM

Namun, tidak semua cabang olahraga (cabor) dapat mengikuti kejuaraan atau try out tersebut, dari beberapa alasannya terkendala dengan minimnya kejuaraan, protokol kesehatan yang harus dijaga karena menyangkut keselamatan banyak orang.

Sebut saja cabor menembak, gantole, dan voli pasir putri, ketiga cabor ini diketahui masih belum melakukan try out hingga saat ini, karena alasan kejuaraan yang dibidik tidak bisa memberi kepastian penyelenggaraanya.

Lalu konsekuensinya, para pelatih menambah porsi latihan atlet serta intensitasnya. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY, Djoko Pekik Irianto menyebut jika dirinya telah berkunjung ke banyak cabor yang melakukan pelatihan untuk memantau kondisi semua atlet.

"Saya berkunjung ke catur, menembak, panahan, sepatu roda, gantole, voli pantai. Pada umumnya kondisi baik, pelatih terus intensif meningkatkan kemampuan atlet. Benar banyak cabor kesulitan mencari tryout, solusinya mereka menggelar latihan bersama. Misalnya  voli pasir ke sidoarjo, gantole larber dg Tim jateng, motor ke semarang, panahan ke Klaten ikut undangan dari PON Jateng," ujar Djoko, Jumat (4/6/2021).

Pria yang juga sebagai guru besar FIK UNY ini menuturkan bahwa pada persiapan PON kali ini semua cabor relatif tidak memiliki masalah pada proses pelatihannya.

Di sisi lain KONI DIY juga sedang mencoba berkomunikasi dengan PB PON dan Kemenkes RI, untuk segera memberikan solusi bagi para atlet dibawah usia 18 tahun yang masih belum mendapat vaksinasi sebagai satu syarat mengikuti PON di Papua.

Baca juga: HIPMI Bantul Akan Bentuk Sentra Kewirausahaan Pemuda Sebagai Inkubator Pengusaha Milenial

"Lagi kita konfirmasi ke Dinkes Kota mudah-mudahan minggu depan bisa terealisasi rencana vaksinasi itu, yang jelas PB PON dan KONI pusat sudah komitmen untuk semua atlet wajib divaksin, tinggal tunggu waktunya saja," jelas Djoko.

Ia juga mengimbau bagi para atlet yang tengah melakukan pelatihan, untuk tidak khawatir karena belum mendapat vaksin yang menjadi syarat untuk berlaga di Papua.

"Tidak perlu khawatir bagi atlet, semua akan berangkat sesuai rencana, KONI DIY terus mengupayakan secepatnya," tutupnya. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved