Breaking News:

Tanyakan Soal Tanah Jalan Tol Yogyakarta-Solo, Sejumlah Kepala Desa Datangi Kantor BPN Klaten

Sejumlah kepala desa yang daerahnya terdampak pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo di Kabupaten Klaten ramai-ramai mendatangani

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Sejumlah warga dan Kepala Desa saat mendatangi Kantor BPN Klaten, Kamis (3/6/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sejumlah kepala desa yang daerahnya terdampak pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo di Kabupaten Klaten ramai-ramai mendatangani kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Klaten, Kamis (3/6/2021).

Para kepala desa tersebut mendatangi kantor BPN Klaten lantaran ingin tahu kejelasan dari pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo tersebut.

Kepala Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko, Eri Karyatno mengaku jika pihaknya dan para kepala desa datang ke BPN untuk mencari tahu mengenai uang ganti rugi (UGR) pengadaan tanah tol Yogyakarta-Solo.

Baca juga: Maksimalkan AstraZeneca, Pemkot Yogyakarta Targetkan Vaksinasi Lansia Selesai Akhir Juni 2021

"Kita ingin tahu soal penilaian UGR-nya itu bagaimana. Saya ingin agar tidak terjadi persoalan saat proses pembebasan lahan di Demakijo nantinya," ucapnya saat ditemui Tribun Jogja di BPN Klaten, Kamis (3/6/2021).

Ia mengatakan, di desa yang ia pimpin saat ini belum  ada jadwal musyawarah tol Yogyakarta-Solo. Terakhir kali kegiatan tol Yogyakarta-Solo di desa itu pada tahap inventarisasi dan identifikasi.

"Kemarin itu masih di tahap identifikasi dan sosialisasi, kalau lanjutannya belum ada. Di desa saya itu ada sekitar 178 bidang. Itu hanya sawah dan tanah kas desa," ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPN Klaten, Agung Taufik Hidayat mengatakan akan menindaklanjuti laporan dari warga dan kepala desa yang datang ke kantornya tersebut.

"Siang hari ini kita kedatangan kepala desa dan warga. Mereka ingin kejelasan tim appraisal terkait penggantian tanah secara global dan warga yang datang ini mintanya harga tanaman dihitung satuan," ucapnya.

Ia mengatakan bakal menindaklanjuti usulan tersebut dengan mengundang tim appraisal untuk melakukan penjelasan kepada warga dan kepala desa.

"Kita akan tindak lanjuti dan undang appraisal terkait data tanaman dan besaran ganti kerugian agar masyarakat puas," katanya.

Kemudian, lanjut Agung, untuk Desa Demakijo, Desa Joho, Desa Karangduren dan sekitarnya memang belum menjalani jadwal musyawarah tol.

Baca juga: Sebanyak 20 Guru IPA SMP di Gunungkidul Ikuti Pelatihan Pembelajaran Daring

"Untuk sekarang belum, itu kenapa lama karena kami bekerja secara urutan dan tidak loncat-loncat jadi ya tunggu saja. Kami target akhir tahun ini selesai dan desa tersebut kami mulai segera," ulasnya.

Ia pun mengapresiasi kedatangan warga dan kepala desa itu untuk melakukan klarifikasi.

"Kehadiran masyarakat jadi feedback dan evaluasi bagi kami dan kami akan koordinasid dengan appraisal agar pengadaan tanah jalan tol Yogyakarta-Solo di Klaten berjalan lancar," tandasnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved