Breaking News:

Ibadah Haji 2021

Tahun Ini Tak Ada Pemberangkatan Haji ke Tanah Suci

Menteri Agama (menag) Yaqut Cholil Qoumas memastikan pemerintah tidak memberangkatkan jemaah haji Indonesia 1442 H/2021 M dengan alasan pandemi Covid.

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Agus Wahyu
Kementerian Media Saudi / AFP
ILUSTRASI 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menteri Agama (menag) Yaqut Cholil Qoumas memastikan pemerintah tidak memberangkatkan jemaah haji Indonesia 1442 H/2021 M dengan alasan pandemi Covid-19. Dengan demikian, ini menjadi tahun kedua pemberangkatan ibadah haji dibatalkan.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) DIY, Edhi Gunawan menjelaskan, rencananya ada sebanyak 3.116 calon jamaah haji (calhaj) yang akan diberangkatkan tahun ini. Karena pemerintah memutuskan untuk kembali menunda keberangkatan, maka Kanwil Kemenag DIY akan mengikuti instruksi dari pemerintah pusat.

"Kebijakan haji adalah wewenang pusat sepenuhnya. Jadi ketika pemerintah menyatakan tidak akan memberangkatkan maka tentunya seluruh indonesia termasuk DIY tidak akan memberangkatkan," papar Edhi saat dihubungi Tribun Jogja, Kamis (3/6/2021).

Edhi menjelaskan, Kanwil Kemenag DIY tiap tahunnya membuka kuota pemberangkatan untuk 3.500 jemaah haji. Jumlah tersebut di dalamnya termasuk pendamping ibadah haji. Dengan adanya penundaan ini, berimbas pada perpanjangan antrean keberangkatan calon jemaah haji. Dari semula selama 28 tahun, kini bertambah menjadi 30 tahun.

Dirinya pun mengimbau kepada calon jemaah untuk bersabar dalam menyikapi keputusan yang diambil pemerintah. Keputusan ini ditempuh demi keselamatan masyarakat. Pasalnya, kasus Covid-19 di dunia maupun Indonesia belum masih terkendali hingga tahun 2021 ini.

Kepada jemaah yang masih menunggu, juga diminta untuk tetap mendalami materi manasik haji agar saat waktu keberangkatan tiba, mereka telah memiliki kesiapan. "Karena situasi saat ini memang belum aman, jadi yang jadi prioritas adalah keselamatan orang. Walaupun ibadah haji itu sifatnya wajib namun yang jadi pertimbangan utama adalah tetap keselamatan masyarakat," ungkap Edhi.

Lebih jauh, Dia belum memperoleh informasi adanya jemaah yang memilih untuk membatalkan keberangkatan ke tanah suci Mekkah. Namun pihak Kemenag akan melayani permintaan pembatalan termasuk pengembalian setoran ibadah haji. "Kalau memang ada yang membatalkan diperbolehkan juga. Ketika akan pelunasan akan dikembalikan lagi," terangnya.

Dana aman
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memastikan dana jemaah haji yang batal berangkat pada tahun ini tetap aman. Jemaah haji, reguler dan haji khusus, yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 1441 H/2020 M, akan menjadi jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji 1443 H/2022 M.

"Setoran pelunasan Bipih dapat diminta kembali oleh jemaah yang bersangkutan," ujar Yaqut dalam konferensi pers di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis (3/6).

Pembatalan keberangkatan jemaah ini, kata Yaqut, berlaku untuk seluruh warga negara Indonesia (WNI) baik dengan kuota haji Indonesia maupun kuota haji lainnya. Para jemaah dapat meminta kembali dana haji yang telah dilunaskan atau tidak diambil untuk disimpan pada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu mengatakan dana jemaah haji saat ini diinvestasikan di bank syariah. "Dana tersebut kami investasikan dan ditempatkan di Bank Bank Syariah dengan prinsip syariah yang aman," ujar Anggito, kemarin.

Mantan Wamenkeu memastikan pengelolaan keuangan dana jemaah haji sesuai dengan ketentuan Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 660 tahun 2021. Dirinya membeberkan bahwa pada 2020, sebanyak 196.865 jemaah haji reguler sudah melakukan pelunasan. Dana yang terkumpul semuanya, baik dari setoran awal maupun setoran lunas sebesar Rp7,05 triliun.

"Kemudian untuk haji khusus telah melakukan pelunasan 15.084 jemaah terkumpul dana setoran awal maupun setoran lunas 120,67 juta dollar," ungkap Anggito. Sementara pembatalan dilakukan 569 jemaah reguler atau sebesar 0,29 persen. Kemudian haji khusus yang membatalkan 162 orang. (tro/Tribun Network/tribunjogja.com)

Lengkap baca Tribun Jogja edisi Jumat (04 Juni 2021) halaman 10.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved