Breaking News:

Kejati DIY Simpulkan Ada Perkara Korupsi dan Pencucian Uang dalam Kasus Bank Jogja

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum menaikkan kasus kredit fiktif ke pengadilan. Pasalnya, proses penyidikan kasus

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Miftahul Huda
Gedung Kejati DIY, Senin (31/5/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum menaikkan kasus kredit fiktif ke pengadilan.

Pasalnya, proses penyidikan kasus yang menelan kerugian negara melalui Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Jogja  sekitar Rp 27 miliar itu belum berakhir.

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati DIY Sarwo Edi mengatakan, saat ini pihak Kejati belum menetapkan tersangka baru setelah dua orang yakni KVA dan FE selaku pejabat di PT Indonusa Telemedia (Transvision) Yogyakarta sebagai tersangka pada April 2021 lalu.

Baca juga: Masa Jabatan Berakhir, Bupati Bantul Belum Tunjuk Tenaga Ahli Baru

Meski nama baru muncul dalam kasus kredit fiktif tersebut, yakni SN yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Magelang telah diperiksa lebih dari satu kali oleh penyidik Kejati DIY, namun hal itu belum menyimpulkan bahwa SN layak ditetapkan sebagai tersangka baru.

"SN masih belum, cuma dia kini ditahan di Polres Magelang. Kasusnya sama, mungkin dia di sana main, dan di sini juga main," ujarnya, kepada Tribun Jogja, Senin (31/5/2021).

Edi sapaan akrabnya ini belum bisa menjelaskan ke mana arah aliran dana kredit fiktif tersebut.

Pasalnya, saat ini muncul surat perintah penyidikan baru yang arahnya pada Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Diharapkan, melalui surat perintah tersebut tim pencari fakta dari Kejati DIY lebih leluasa untuk mengidentifikasi aliran dana debitur tersebut.

"Kami belum bisa menjelaskan. Di sini juga muncul surat perintah penyidikan baru terkait TPPU. Dengan surat perintah ini lebih leluasa, duitnya ke mana kan tim yang tahu tim TPPU," jelasnya.

Edi memastikan tim TPPU Kejati DIY sudah mengetahui ke mana aliran dana debitur dari kasus kredit fiktif Bank Jogja tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved