Yogyakarta
Pengajuan Sumbu Filosofis Terkendala Bangunan Cagar Budaya Eks Hotel Tugu
Pemda DIY terus menyempurnakan peta dan management plan terkait pengajuan sumbu filosofi sebagai warisan budaya dunia kepada UNESCO.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Pemda DIY terus menyempurnakan peta dan management plan terkait pengajuan sumbu filosofis sebagai warisan budaya dunia kepada United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
Paniradya Pati Kaistimewan, Aris Eko Nugroho mengatakan pihaknya diminta menyempurnakan perbaikan peta dan management plan sumbu filosofis, dan satu di antara upayanya adalah dengan berkirim surat kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baik di provinsi maupun Kabupaten/Kota yang masuk dalam sumbu filosofi.
"Kita telah berkirim surat, agar memberikan masukan kaitannya dengan sumbu filosofi menurut versi masing-masing OPD kota/kabupaten yang dilalui. Itulah yang akan dikompilasikan atau dirangkum menjadi satu," ujar Aris yang juga merupakan Plt Kepala Disbud DIY, Jumat (28/5/2021).
Baca juga: Keberadaan Sumbu Filosofis DI Yogyakarta Dapat Tingkatkan Industri Wisata
Selain itu, Aris mengatakan bahwa masih ada bangunan cagar budaya tingkat nasional yang bermasalah di kawasan yang dilalui sumbu filosofis, yaitu eks Hotel Tugu.
Pihaknya pun hingga saat ini terus melakukan koordinasi, baik dengan pemerintah pusat maupun pemilik atau ahli waris bagunan tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa Kemendikbud juga telah memberikan perhatian dalam penyelesaian bangunan cagar budaya yang kini terbengkalai tersebut, apakah akan tetap dikelola pemilik atau diambil alih (dibeli) Pemda DIY nantinya.
"Kami sudah berkali-kali berbicara dengan pemilik yang akan tetap mempertahankan atau melanjutkan alias diambil alih atau akuisisi oleh Pemda," bebernya.
Hingga saat ini belum ada keputusan pemilik atau ahli waris eks Hotel Tugu.
Dan jika permasalahan bangunan cagar budaya bekas Hotel Tugu ini tidak segera diselesaikan maka akan mengganggu proses pengajuan sumbu filosofi Yogyakarta sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO.
Baca juga: Jogja Smart Province di Kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta Ditargetkan Selesai 2023
Aris pun mengatakan bahwa pihaknya sangat berhati-hati berkaitan akuisisi terhadap eks hotel Tugu dengan menggandeng Pemerintah Pusat.
Karena menurutnya, pendanaan akuisisi tersebut tidak bisa ditanggung Pemda semata tetapi harus dibantu pusat karena ini merupakan bangunan cagar budaya nasional.
Lebih lanjut, Aris mengatakan Pemda DIY melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY telah menginisiasi pertemuan dengan stakeholder yang terlibat dalam sumbu filosofi ini.
Pihaknya meminta perbaikan peta dan management plan segera disempurnakan secepatnya karena proses pengajuan sumbu filosofi sebagai warisan budaya dunia kepada UNESCO terus berjalan.
Adapun diungkapkannya, perbaikan yang utama baik peta maupun master plan pengajuan sumbu filosofi ini ditargetkan sudah sampai kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) kemudian dikirimkan kembali UNESCO pada September 2021 mendatang.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)