UPDATE Klaster Covid-19 di Ngaglik Caturharjo Sleman, Disebut Muncul Sebelum Lebaran 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo memastikan, penularan kasus Covid-19 yang ada di padukuhan Ngaglik, Kalurahan Caturharjo

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Berita Update Corona di DI Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo memastikan, penularan kasus Covid-19 yang ada di padukuhan Ngaglik, Kalurahan Caturharjo, bukan efek lebaran.

Sebab, klaster diketahui mulai muncul sebelum Lebaran. Tepatnya pada tanggal 9 Mei 2021. 

Awalnya, hanya ada satu orang terpapar. Kemudian menyebar dengan cepat.

Baca juga: Keindahan Geopark Gunung Sewu di DI Yogyakarta Akan Tersaji di Prangko

"(Di Ngaglik) Ini bukan efek setelah Lebaran. Karena kasus awal diketahui sebelum itu. Hanya saja problemnya, tracing awal sebelum lebaran, tapi laboratorium-nya pada tutup, sehingga sampel baru bisa diperiksa setelah lebaran," ujar Joko, Rabu (26/5/2021). 

Hingga kini Dinas Kesehatan belum mengetahui sumber awal penularan. Karena itu, dilakuan tracing masif dan swab massal untuk memastikan masih ada sumber penularan atau tidak. 

Lurah Caturharjo Sleman, Agus Sutanto mengungkapkan, sebelum lebaran awalnya ada 2 orang dari RT 2 yang diketahui positif Covid-19.

Keduanya dirawat di rumah sakit. Setelah itu, bersama Muspika Kapanewon Sleman, pihaknya berusaha melakukan tracing namun terkendala oleh libur lebaran sehingga belum bisa dilakukan testing.

Perjalanan waktu, bagi warga yang bergejala, diminta untuk melakukan swab mandiri. Hasilnya ternyata bertambah. 

"Kasus ini (muncul) sebelum Lebaran. Malam Lebaran saya sama Muspika tidak hentinya untuk memantau. Bahkan, penyekatan (pembatasan) sudah dilakukan, dan berjalan dengan baik," kata dia. 

Berawal dari 2 warga yang terkonfirmasi positif itu, didapatkan ada 21 orang dinyatakan yang kontak erat.

Baca juga: Jumlah Warga Tiga RT Satu Desa di Klaten Terpapar COVID-19 Bertambah Jadi 34 Orang

Mereka, tanggal 18 Mei menjalani pemeriksaan kesehatan massal di Puskemas Sleman. Hasilnya, ada 14 yang positif dan langsung dibawa ke Asrama Haji. 

"Semua pasien positif kita bawa ke Asrama Haji. Kecuali yang memiliki balita, dan tidak memungkinkan untuk isolasi di Asrama," kata Agus. 

Mengingat semakin banyak warga Ngaglik yang positif kemudian di rapid dan swab massal, pada Sabtu (22/5). Hasilnya, dari 216 yang hadir, sebanyak 33 orang dinyatakan positif.

Kini, total jumlahnya menjadi 52 orang. 2 diantaranya meninggal dunia. Warga positif menjalani Isolasi mandiri disejumlah fasilitas kesehatan. 38 pasien tanpa gejala menjalani isolasi di Asrama Haji, 3 orang dirawat di rumah sakit, dan sisanya isolasi mandiri. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved