Breaking News:

Keindahan Geopark Gunung Sewu di DI Yogyakarta Akan Tersaji di Prangko

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan PT Pos Indonesia akan menerbitkan serial prangko Geopark Gunung Sewu pada 27 Mei 2021

TRIBUNJOGJA/ Santo Ari
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menandatangani Sampul Hari Pertama dengan prangko edisi Geopark Gunung Sewu, di Komplek Kepatihan pada 24 Mei 2021 kemarin. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan PT Pos Indonesia akan menerbitkan serial prangko Geopark Gunung Sewu pada 27 Mei 2021, bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Gunungkidul.  

Peluncuran pranko edisi Gunung Sewu ini diawali dengan penandatanganan Sampul Hari Pertama oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X di Komplek Kepatihan pada 24 Mei 2021 kemarin.  

Kasubdit Prangko dan Filateli Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo, Eko Wahyuanto menjelaskan bahwa Sampul Hari Pertama adalah istilah di dunia filateli di mana sampul atau amplop yang diterbitkan Pos Indonesia bersamaan dengan penerbitan suatu prangko baru.

Baca juga: Jumlah Warga Tiga RT Satu Desa di Klaten Terpapar COVID-19 Bertambah Jadi 34 Orang

"Nah, sampul dengan perangko cap pos hari pertama itu mahal nilainya. itu adalah surat pertama yang dikirimkan. Apalagi ditandatangani oleh Sultan. Itu nilainya luar biasa dan akan jadi dokumen negara," terangnya.

Sementara terkait dengan penerbitan prangko edisi Gunung Sewu, ia menjelaskan bahwa situs Geopark Gunung Sewu menyimpan misteri dan potensi yang luar biasa sehingga pemerintah melalui Kominfo merasa perlu untuk mengangkat itu dan mendokumentasikannya ke dalam bentuk prangko.

Menurutnya, prangko selain alat bayar juga berfungsi sebagai dokumen negara yang bisa dijadikan bukti sejarah, sarana promosi, instrumen hubungan bilateral antar negara serta sebagai alat edukasi.

"Karena itu kita merasa perlu mengangkat Gunung Sewu sebagai salah satu subyek prangko kita. Yang kebetulan akan diterbitkan pada tanggal 27 Mei bersamaan dengan hari ulang tahun Gunungkidul," ungkapnya.

Ini adalah kedua kalinya pihaknya mengusung geopark menjadi prangko, di mana yang pertama diangkat adalah Geopark Ciletuh di Sukabumi, Jawa Barat. Ia pun berharap, akan ada geopark lain yang dapat diusung menjadi prangko ke depannya.  

Dengan menampilkan Gunung Sewu sebagai prangko, maka filatelis di dunia akan tahu bahwa di DIY ada obyek wisata yang unik dan layak dijual secara internasional.

"Prangko selalu bercerita dari semua aspek, mulai dari ekonominya dan tentu pariwisata. Dan prangko adalah pioner dalam mengangkat pariwisata kita," tandasnya.

Halaman
12
Penulis: Santo Ari
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved