Feature
Penjelajahan Wisata Hutan Pinus Dlingo
Adanya kafe alam ini ternyata mampu menyedot pengunjung, meskipun masih diberlakukan pembatasan.
Menikmati Kopi Dari Lantai Dua Bumi Projotamansari
HUTAN Pinus di area perbukitan sisi timur Kabupaten Bantul terus menampakkan pesonanya.
Melalui sentuhan tangan-tangan kreatif warga sekitar, hutan di Kapanewon Dlingo ini selalu memberikan romantisme bagi wisatawan.
Setelah sebelumnya dikenal karena ikon dan spot selfienya, kini sejumlah obyek wisata Hutan Pinus menghadirkan daya tarik lainnya. Yaitu, dengan adanya cafe atau tempat nongkrong sekaligus menikmati kopi.
Berbeda dangan umumnya, para penikmat kopi akan merasakan sensasi ngopi di alam tebuka sembari menikmati pemandangan Yogyakarta dari ketinggian. Tempat nongkrong yang asyik itu di antaranya adalah Kopi Becici dan Kedai Kopi Natadamar.
Seorang pengelola Puncak Becici, Gandi mengatakan, Kopi Becici baru diluncurkan awal tahun 2021.
Meski begitu, gaya menikmati kopi yang khas ini ternyata mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sehingga, kunjungan lokasi wisata di Kalurahan Muntuk, Dlingo itu pun mengalami peningkatan.
"Kunjungan selama pandemi ini banyak mengalami penurunan. Tapi dengan adanya cafe alam ini ternyata mampu menyedot pengunjung meskipun masih diberlakukan pembatasan," tuturnya.
Cafe Kopi Becici ini dibangun tidak jauh dari panggung terbuka yang sebelumnya sudah ada. Alhasil, selain menikmati kopi, pengunjung sekaligus akan disuguhi live musik setiap akhir pekan.
Gandi menyebut, berbagai varian kopi original menjadi menu utama, selain aneka makanan ringan khas cafe. Meskipun berada dala kompleks wisata, namun menurutnya harga item menu sangatlah terjangkau, bahkan setara dengan cafe-cafe pada umumnya.
Menu varian kopi sendiri hanya dijual pada kisaran harga Rp12-25 ribu tiap cangkirnya. "Untuk makanan ringan mulai harga Rp10 ribu saja, untuk makanan berat sudah ada, meskipun masih akan kita lengkapi lagi variannya," jelas Gandi.
Pengunjung dapat menikmati kopi selama jam buka cafe, dimulai pukul 8 pagi hingga jam 10 malam. Diungkapkan Gandi, selama masa pandemi ini pihaknya memberlakukan batasan jumlah kunjungan.
Termasuk pengunjung cafe yang dibatasi maksimal 100 orang aja.
Selain itu, para pengunjung juga diwajibkan memenuhi protokol kesehatan selama berada di dalam area cafe. "Kami berusaha agar pengunjung nyaman dan merasa aman. Karenanya, setiap orang yang berkunjung, kami minta taat pada protokol kesehatan,” imbuhnya.
Tidak jauh berbeda, Kedai Kopi Natadamar. Hanya saja kedai yang satu ini berada di area Hutan Pinus Sari Mangunan.
Pengelola menyiapkan berbagai varian kopi, seperti V60, Vietnam Drip, coffee original, tubruk, dan varian kopi lainnya. Sedangkan espresso based tersedia cappucino, latte, dan americano.
Memasuki area ini mata pengunjung sudah dimanjakan dengan penataan tempat yang unik. Melewati tangga yang disusun dari bebatuan, lampu-lampu turut menjadi bumbu romantis tiap momen.
Panggung hiburan di dua lokasi ini dibangun membelakangi pemandangan landscape Yogyakarta. Sehingga, secara otomatis keindahan pemandangan itu menjadi latar belakang panggung yang menarik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/panggung-terbuka-dan-kedai-kopi-becici.jpg)