Breaking News:

Yogyakarta

Tiga Gelandangan dan Pengemis di DIY Didenda Ratusan Ribu Usai Sidang Yustisi

Upaya penertiban terhadap para gelandangan dan pengemis di DIY terus digencarkan.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi Satpol PP DIY
Suasana sidang yustisi tiga gelandangan dan pengemis yang digelar di PN Sleman, Jumat (21/5/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak tiga orang gelandangan dan pengemis dikenai hukuman denda sebesar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu seusai menjalani sidang yustisi bersama Satpol PP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat (21/5/2021) lalu.

Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad mengatakan upaya penertiban terhadap para gelandangan dan pengemis di DIY terus digencarkan.

Jumat lalu bertempat di Pengadilan Negeri (PN) Sleman tiga gelandangan dan pengemis telah diputus hukuman berupa denda atas pelanggaran peraturan daerah (Perda) DIY Nomor 1 Tahun 2014 tentang penanganan gelandangan dan pengemis.

"Tiga orang itu berinisial RI, IBM dan UMI. Mereka telah divonis berupa denda sebesar Rp100 ribu untuk RI dan IBM, dan UMI sebesar Rp200 ribu," kata Noviar, kepada Tribunjogja.com, Minggu (23/5/2021).

Baca juga: Satpol PP DIY Razia Perbatasan, 8 Gelandangan dan Pengemis Diamankan

Diakui olehnya saat Ramadan hingga berakhirnya momen Idulfitri keberadaan gelandangan dan pengimis cukup merepotkan para penegak perda tersebut dalam menertibkan, karena jumlahnya yang meningkat pada momen tersebut.

Ia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Satpol PP Kabupaten/Kota untuk terus melakukan patroli dan pengawasan terhadap para gelandangan dan pengemis itu.

"Kebanyakan mereka datang dari luar DIY. Sekarang ini banyak dari mereka manusia gerobak," tambahnya.

Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol PP DIY Nur Hidayat menambahkan, upaya maksimal untuk mengurangi keberadaan para gelandangan dan pengemis dilakukan oleh Satpol PP DIY dengan kegiatan penertiban non yustisi.

Hasilnya data yang masuk di camp asesmen DIY jumlah gelandangan dan pengemis yang sudah terjaring penertiban petugas Satpol PP lebih dari tiga kali cukup banyak.

"Ada sampai 15 orang lebih yang terjaring razia sebanyak tiga kali. Sehingga gepeng yang sudah lebih dari tuga kali terjaring pebertiban kami mulai lakukan sidang yustisi. Itu kami lakukan supaya mereka jera dan tidak turun ke jalan lagi," tambah Nur Hidayat.

Baca juga: Pekan Pertama Ramadan, Satpol PP DIY Jaring 11 Gelandangan dan Pengemis

Sementara terkait jumlah total gelandangan dan pengemis yang sudah ditertibkan oleh Satpol PP DIY sejak Januari hingga April 2021 ada sebanyak 45 orang.

"Itu terdiri dari manusia silver, gelandangan, pengemis dan pengguna psikotropika. Jumlah rinciannya saya tidak hafal," tegasnya.

Upaya untuk meminimalisir maraknya gelandangan dan pengemis pun dilakukan dengan memetakan beberapa wilayah tertentu yang dianggap paling banyak dijadikan tempat berkumpul para penyadang masalah kesejahteraan tersebut.

Nur Hidayat merinci tempat-tempat paling sering dijadikan para gelandangan dan pengemis berteduh di antaranya Jalan Babarsari, Jalan Kledokan sekitar Polsek Depok Barat, Jalan Babarsari Barat, Jalan Seturan Raya, Jalan Laksda Adisucipto, dan Jalan Kaliurang (sekitaran UGM).

"Itu hanya sebagian saja. Dan memang paling banyak ditemui di Kabupaten Sleman," pungkasnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved