Breaking News:

PPKM Mikro di Klaten Kembali Diperpanjang, Ada Persyaratan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro hingga 31 Mei 2021.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Ilustrasi Berita Klaten 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro hingga 31 Mei 2021.

Perpanjangan PPKM mikro tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) nomor 443.5/096 dan ditandatangani oleh Bupati Klaten, Sri Mulyani.

"Surat edarannya sudah di keluarkan dan sudah ditandatangani oleh bupati. Fokus PPKM kali ini penanganan COVID-19 pasca lebaran," ujar Tim Ahli Satgas COVID-19 Klaten, Ronny Roekmito saat ditemui di Pemkab Klaten, Jumat (21/5/2021).

Baca juga: Berikut Jadwal dan Kuota PPDB 2021 SD-SMP di Kabupaten Sleman

Ronny menjelaskan, pada perpanjangan PPKM mikro kali ini juga diatur mengenai pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) pada satuan pendidikan.

Seperti untuk PAUD, TK, SD, SMPLB dan SMALB belum diizinkan untuk melaksanakan PTM tatap muka dan masih menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kemudian, untuk jenjang SMP, SMA sederajat dapat  melaksanakan uji coba PTM secara terbatas, ketat, dan bertahap, dengan mempertimbangkan peta resiko Kabupaten Klaten.

"Ujicoba PTM dapat ditaksanakan setelah terpenuhinya persyaratan," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Klaten, Anggit Budiarto, mengatakan saat ini vaksin COVID-19 menyasar guru-guru yang ada di Klaten guna persiapan PTM di sekolah.

"Vaksinasi COVID-19 di Klaten saat ini masih berjalan, kali ini fokus ke pelayanan publik dan lansia. Pelayanan publik ini guru fokusnya," ujarnya.

Menurutnya, fokus pelaksanaan vaksinasi COVID-19 kepada guru tersebut lantaran akan masuknya rencana pembelajaran tatap muka bagi siswa-siswi di sekolah.

"Ketika program tatap muka itu sudah mau dijalankan, syaratnya komponen pendidik dan non pendidik sudah menerima vaksin, hal itu yang saat ini kita fokuskan," jelasnya.

Baca juga: Hujan Lebat Guyur Sleman, BMKG DIY Sempat Keluarkan Peringatan Dini Cuaca

Hanya saja, disinggung terkait berapa jumlah guru yang sudah divaksin, Anggit mengaku belum mendapatkan data terbaru.

"Kalau soal data saya tidak begitu hafal, namun saat ini terus dikebut pelaksanaannya," imbuhnya.

Ia menjelaskan, pada awal program vaksinasi COVID-19 dicanangkan di Klaten pada Januari 2021 lalu, pihaknya telah merampungkan vaksinasi kepada ribuan tenaga kesehatan (nakes).

"Kalau nakes kita sudang merampungkan vaksinnya, saat ini fokus ke guru," imbuhnya. (Mur)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved