Breaking News:

Wacana Relokasi PKL Malioboro ke Lahan Eks Bioskop Indra Mencuat, PKL Berharap Ada Komunikasi

Pemda DIY berencana untuk memanfaatkan lahan gedung eks Bioskop Indra sebagai tempat relokasi ratusan pedagang kaki lima (PKL) usai Mahkamah Agung

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
ILUSTRASI Beberapa pekerja tengah beraktivitas di Eks Bioskop Indra yang masih dalam tahap pembangunan, Senin (27/8/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemda DIY berencana untuk memanfaatkan lahan gedung eks Bioskop Indra sebagai tempat relokasi ratusan pedagang kaki lima (PKL) usai Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali (PK).

Jika upaya penataan benar dilaksanakan, PKL di kawasan Malioboro berharap agar pemerintah setempat menjalin komunikasi yang baik dengan pihak-pihak yang bakal menjalani relokasi. 

Baca juga: Pemkab Kulon Progo Konsisten Lakukan Gerakan Indonesia Raya Bergema Yang Dicanangkan Gubernur DIY

"Harapannya untuk lebih ada komunkasi lebih koprehensif dengan PKL karena jujur dengan adanya perubahan seperti itu Malioboro tanpa PKL jadi kurang menarik," terang Ketua Koperasi Paguyuban PKL Malioboro Tri Dharma, Rudiarto kepada Tribun Jogja, Kamis (20/5/2021).

Menurutnya, pemerintah perlu memperhatikan eksistensi PKL di kawasan ini. Sebab, keberadaan PKL turut menyumbang kekhasan pada ikon kawasan Malioboro .

"Kalau tidak ada PKL tentu jalan Malioboro tidak ubahnya seperti jalan-jalan lain yang notabene hanya sebatas lalu lintas manusia tanpa pernak pernik yang ada di sana," jelasnya.

Rudi menjelaskan, sejauh ini pihaknya sama sekali belum memperoleh informasi terkait rencana penataan. Hingga saat ini juga belum ada sosialisasi dari pihak Pemda DIY maupun Pemkot Yogya .

Sehingga untuk sementara ini, PKL Tri Dharma belum mengambil sikap.

Baca juga: Nico Velez Beberkan Alasan Dirinya Mengundurkan Diri dari PSS Sleman

Hanya saja, dia memprediksi banyak PKL yang bakal melakukan penolakan. Karena hingga saat ini memang belum ada kejelasan terkait pelaksanaan proyek penataan Malioboro tersebut.

"Terlepeas menolak dan tidak, mungkin lebih banyak menolaknya. Karena mungkin belum ada kepastian dan sebagainya. Apakah di sana laku dan tidaknya kan belum tahu," paparnya.

Saat ini Paguyuban PKL Tri Dharma telah memiliki sekitar 920 anggota. Selain itu masih ada 700 PKL lainnya yang mungkin akan merasakan dampak kebijakan relokasi. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved