Breaking News:

Pembunuhan Bocah di Temanggung

Tersangka atas Kematian Bocah di Temanggung Disebut Sudah 5 Tahun Buka Praktik Perdukunan

Karena dinilai sangat nakal, mereka kemudian mengklaim bahwa A adalah anak genderuwo dengan pembuktian A disuruh memakan bunga mahoni dan beberapa

IST
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, TEMANGGUNG - Meninggalnya bocah perempuan berusia tujuh tahun di Dusun Paponan, Desa Bejen, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah menyisakan duka yang mendalam.

Pasalnya, bocah berinisial A itu meninggal setelah orang tuanya M berkonsultasi kepada ahli supranatural B dan H.

Karena dinilai sangat nakal, mereka kemudian mengklaim bahwa A adalah anak genderuwo dengan pembuktian A disuruh memakan bunga mahoni dan beberapa cabai.

Baca juga: FINAL LIGA EROPA Villarreal Vs Manchester United: Solskjaer Isyaratkan Martial Berpeluang Tampil

Kepala Desa Bejen, Sugeng mengatakan H dan B sudah menjalankan praktik perdukunannya itu selama lima tahun.

Setiap saat H dan B berkeliling menawarkan jasa ilmu perdukunannya itu ke masyarakat Bejen.

Namun, masyarakat tersebut berdasarkan pengakuan Sugeng tidak ada yang percaya, karena kemampuan H dan B belum terbukti sama sekali di mata masyarakat Bejen.

"Ini kejadian luar biasa buat kami. Orang tua korban ini kan sebenarnya juga sama-sama korban. Memang dua orang H dan B ini yang bertanggung jawab atas kematian A," katanya, kepada Tribun Jogja, Rabu (19/5/2021)

Ia menambahkan, H dan B sudah membuka praktik perdukunan sekitar lima tahun.

"Sudah lima tahun mereka menjalankan praktik dukun. Ya hanya pengen kondang saja, diakui masyarakat. Tapi ya gitu, gak ada masyarakat yang percaya," tambahnya.

Baca juga: Kasus Ritual Usir Roh Jahat Berujung Maut di Temanggung, Dukun: Tenang Nanti Tak Hidupkan Lagi

Ia pun mengetahui jika B dan H telah mempelajari ilmu perdukunan untuk mendapat pengakuan dari masyarakat.

Adanya kejadian ini, Sugeng selaku kepala desa mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan selalu waspada apabila ada kejanggalan di lingkungan sekitar.

"Saya mengimbau masyarakat supaya hati-hati, baik itu dengan praktik supranatural atau sejenisnya. Karena dunia penipuan sedang marak sekali, dan kami sangat terpukul atas kejadian ini," pungkasnya. (hda)

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved