Breaking News:

Penyekatan Mudik 2021

Lebih dari 50 Orang Tes Rapid Antigen Acak di Pos Penyekatan Tempel, 3 Orang Positif Covid-19

Petugas gabungan di Pos Penyekatan Tempel Sleman yang berbatasan dengan Kabupaten Magelang menggelar rapid test antigen acak untuk para pengemudi

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Ardhike Indah
Rapid test antigen acak di Pos Penyekatan Tempel yang berbatasan dengan Kabupaten Magelang. Foto diambil Rabu (19/5/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Petugas gabungan di Pos Penyekatan Tempel Sleman yang berbatasan dengan Kabupaten Magelang menggelar rapid test antigen acak untuk para pengemudi yang melintas.

Tes acak itu untuk mendapatkan sampling berapa banyak pengendara yang terkena Covid-19 yang lewat di Jalan Magelang-Yogyakarta tersebut.

Pantauan Tribun Jogja, kurang lebih ada 5-10 mobil dan minibus yang diminta untuk berhenti.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Lebaran, Pemda DIY Akan Gelar Skrining Destinasi Wisata

Sebagian besar dari mereka merupakan kendaraan berplat luar DI Yogyakarta, seperti B, AA, H, maupun G.

Penyekatan pun dilakukan terpisah. Bagi mobil berplat luar DIY akan diminta menepi di sisi kiri. Bagi yang berplat AB, bisa melanjutkan perjalanan dengan melintas di sisi kanan.

Penumpang yang di dalam diminta untuk mengikuti rapid test antigen langsung dari mobil, tidak perlu turun.

Sebelumnya, petugas juga akan menanyakan identitas penumpang yang mengikuti tes tersebut.

Setelah itu, hidung mereka akan dimasukkan alat untuk rapid test antigen dan menunggu sebentar sebelum melanjutkan perjalanan.

“Kami sediakan 50-60 alat rapid test antigen setiap harinya,” ujar Koordinator Pos Penyekatan Tempel, Kompol Riyanto kepada wartawan, Rabu (19/5/2021).

Dia menjelaskan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan mulai 18 hingga 24 Mei 2021. Pengemudi kendaraan roda empat yang bakal dites acak adalah mereka yang masuk dari Magelang ke Yogyakarta.

“Dari data kemarin, setidaknya ada 3 orang yang positif virus corona. Dari pihak kami kemudian menghubungi puskesmas terdekat dimana orang yang positif itu tinggal,” tambahnya.

Baca juga: Kasus Duo Dukun di Temanggung Tewaskan Bocah SD, Pak Kades Ungkap Soal Ini

Ditanya domisil tiga orang yang positif itu, Riyanto mengatakan mereka berasal dari Jawa Tengah.

“Maka, kami akan gencar melaksanakan edukasi kepada masyarakat, terutama untuk menaati protokol kesehatan. Misal, menggunakan masker saat berkendara,” tutur Riyanto. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved