Yogyakarta
Gubernur DIY Minta Reformasi Birokrasi Bisa Merata hingga Level Kemantren atau Kapanewon
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menganggap, pandemi COVID-19 bisa menjadi kesempatan untuk pengembangan ekosistem digital.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menganggap, pandemi COVID-19 bisa menjadi kesempatan untuk pengembangan ekosistem digital dan kolaborasi lintas sektor birokrasi di DIY.
Itu juga bisa mengembangkan konsep silang manajemen DIY yang menjadi penunjang peningkatan reformasi birokrasi dan perbaikan pelayanan publik.
“Saya harapkan semangat reformasi birokrasi untuk cepat dan tepat melayani, terimplementasi sampai kemantren atau kalurahan agar masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari reformasi birokrasi, perbaikan layanan, dan sikap kerja pelayanan prima dari aparatur,” papar Sri Sultan, Rabu (19/5/2021).
Baca juga: Ganjar Ikuti Gubernur DIY Ajak Warga Jateng Nyanyikan Indonesia Raya di Hari Kebangkitan Nasional
Pada tahun 2021, Pemda DIY memiliki empat prioritas pembangunan yaitu pembangunan manusia unggul, aktivitas perekonomian yang berkelanjutan, penguatan infrastruktur strategis, dan pendukung prioritas pembangunan.
Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, disikapi, ditindaklanjuti oleh Sekretaris Daerah dan Kepala OPD.
Seluruh birokrasi di DIY baik Provinsi, Kabupaten/Kota, Kapanewon/Kemantren dan Kalurahan harus membuktikan diri, meakukan perubahan budaya kerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya ingatkan untuk terus menjaga kualitas pelayanan publik dan akuntabilitas kinerja, agar kita semua memperoleh hasil terbaik di akhir tahun 2021,” ujarnya.
Baca juga: Rangsang Pertumbuhan Ekonomi, Sri Sultan Minta Warga DIY Tak Belanja di Luar Daerah
Sultan melanjutkan, kesejahteraan masyarakat menjadi tujuan pembangunan ini.
Sehingga, ia meminta agar birokrasi bisa temukan metode agar dampak pembangunan benar-benar dapat dianalisis dan dikaji.
Diketahui, hasil pengendalian Triwulan I tahun 2021 menunjukan seluruh OPD berhasil memperoleh predikat baik.
Hal ini merupakan hasil Penilaian Kinerja Kegiatan Instansi yang telah diukur dengan metode balance score card, sehingga mencerminkan kualitas pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gubernur-diy-sri-sultan-hamengku-buwono-x-6421.jpg)