DITUNDA, Pembelajaran Tatap Muka SMP dan SD di Kota Yogyakarta Mulai 27 dan 28 Mei 2021
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta dipastikan menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka untuk SD dan SMP di wilayahnya.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta dipastikan menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka untuk SD dan SMP di wilayahnya.
Kegiatan belajar mengajar secara luring tersebut, sebelumnya sempat diwacanakan bergulir mulai 20 Mei, sesuai kalender akademik.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, keputusan itu diambil setelah Dinas Pendidikan melakukan proses pendataan terhadap kegiatan siswa-siswinya selama libur lebaran, atau satu minggu terakhir.
Baca juga: Dua Juru Parkir Nakal di Kota Yogyakarta Kena Vonis Denda Rp 500 Ribu Hingga Kurungan 3 Hari
Skrining tersebut, sekaligus memantau kondisi kesehatan anak didik.
Pendataan dilakukan secara online melalui wali kelas pada seluruh murid.
Pertanyaannya mencakup apakah sepanjang liburan anak pergi ke luar kota, atau ke tempat wisata, lalu apakah ada tamu dari luar DIY yang menginap di rumah, hingga kondisi kesehatan anak serta keluarganya.
"Hasilnya, ada sekitar 10 persen dari jumlah siswa yang kita data, melakukan kegiatan-kegiatan itu. Kalau yang sakit, hanya sekitar 4,9 persen," katanya, Rabu (19/5/2021).
Oleh sebab itu, Heroe pun mengaku tidak mau ambil risiko dan memutuskan menunda dulu pelaksanaan sekolah tatap muka sampai satu pekan ke depan.
Menurutnya, pemerintah harus mengantisipasi segala kemungkinan, supaya tidak terjadi permasalahan apapun di lingkup sekolah.
"Kita antisipasi, agar anak-anak ketika masuk itu tidak ada permasalahan. Maka, pembelajaran tatap muka kita tunda dulu. Masuknya 27 Mei untuk SMP dan 28 Mei untuk SD. Besok mulai, tapi dengan skema daring," ujarnya.
Baca juga: Sari Hartati Pemain Voli Pantai DIY Berprestasi yang Ingin Jadi Polwan
"Nanti meski PTM kita tetap memfasilitasi yang daring. Jadi, kita selenggarakan sekolah tatap muka, tetapi online tetap jalan. Siswa diberikan kesempatan untuk memilih," lanjut Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta itu.
Heroe juga memastikan, PTM yang bergulir 27 dan 28 Mei mendatang masih terbatas di 10 sekolah yang sebelumnya sudah dilakukan uji coba.
Yakni, SMP 1, SMP 8, SMP 15, SMP 9, SMP 7, lalu SD Margoyasan, SD Lempuyangwangi, SD Tegalrejo 1, SD Serayu, dan SD Muh Karangkajen.
"Harapan kami, memang tahun ajaran baru ini bisa jalan. Namun, kita harus melihat perkembangan kasus (Covid-19) bagaimana. Kita sudah siapkan semua, dari standar protokol kesehatan dan vaksinasi guru," tandasnya. (aka)