Breaking News:

Pembunuhan Bocah di Temanggung

AKHIR Kisah Duo Dukun di Temanggung Jalankan Ritual Usir Roh Genderuwo

Meninggalnya bocah perempuan berusia tujuh tahun di Dusun Paponan, Desa Bejen, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Iwan Al Khasni
IST
Ilustrasi 

- H dan B Kerap Keliling menawarkan Jasa Ilmunya

- Diamankan Pemuda Kampung Sebelum Dibawa Polisi

Desa Congkrang, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung
Desa Congkrang, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung (Google)

TRIBUNJOGJA.COM, TEMANGGUNG - Meninggalnya bocah perempuan berusia tujuh tahun di Dusun Paponan, Desa Bejen, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah menyisakan duka yang mendalam.

Pasalnya, bocah berinisial A itu meninggal setelah orang tuanya berinisial M berkonsultasi kepada ahli supranatural B dan H.

Karena dinilai sangat nakal, mereka kemudian mengklaim bahwa A adalah anak genderuwo dengan pembuktian A disuruh memakan bunga mahoni dan beberapa cabai.

Kepala Desa Bejen, Sugeng mengatakan H dan B sudah menjalankan praktik perdukunannya itu selama lima tahun.

Setiap saat H dan B berkeliling menawarkan jasa ilmu perdukunannya itu ke masyarakat Bejen.

Namun, masyarakat tersebut berdasarkan pengakuan Sugeng tidak ada yang percaya, karena kemampuan H dan B belum terbukti sama sekali di mata masyarakat Bejen.

"Ini kejadian luar biasa buat kami.

"Orang tua korban ini kan sebenarnya juga sama-sama korban.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved