Breaking News:

Lebaran 2021

UPDATE Situasi dan Kondisi Terkini di Pos Penyekatan Prambanan

Kapospam Prambanan Iptu Haryanto mengungkapkan, hasil pemeriksaan kendaraan menunjukkan bahwa mayoritas pelintas bertujuan untuk berwisata ke Jogja

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUN JOGJA / YUWANTORO WINDUAJIE
Situasi dan kondisi terkini di Pos Penyekatan Prambanan, Jumat 14 Mei 2021 atau hari kedua Lebaran 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yuwantoro Winduajie

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sehari setelah Hari Raya Lebaran, wisatawan terpantau mulai memasuki wilayah DIY.

Satu di antaranya melalui pos penyekatan Prambanan, Sleman.

Kapospam Prambanan Iptu Haryanto mengungkapkan, hasil pemeriksaan kendaraan menunjukkan bahwa mayoritas pelintas bertujuan untuk berwisata ke Jogja.

Kendati demikian, jika wisatawan asal luar DIY tidak bisa menunjukkan surat bebas Covid-19, mereka akan diputar balikkan petugas.

"Rata-rata mereka mau berlibur tapi tidak dilengkapi dokumen, mereka diputarbalikkan," paparnya Jumat (14/5/2021).

Haryanto melanjutkan, arus kendaraan yang melintasi pos penyekatan Prambanan, Sleman masih tergolong landai.

Baca juga: Inilah Bahan Pokok yang Paling Banyak Dikonsumsi saat Lebaran 2021

Baca juga: Bus vs Sepeda Motor: Dua Lansia Tewas dalam Kecelakaan di Ring Road Utara Maguwoharjo

Baca juga: BREAKING NEWS: Mobil Patroli Polsek Gedangsari Jatuh ke Jurang Sedalam 12 Meter

Hingga pertengahan hari, ada sekitar 50 kendaraan yang diminta berputar balik oleh petugas dari unsur gabungan.

"Daripada sebelum Lebaran agak landai tapi tetap kita laksanakan kegiatan. Sejak pukul 09.00 WIB ada peningkatan arus," bebernya.

Haryanto melanjutkan, volume kendaraan yang memasuki DIY telah menurun signifikan bila dibandingkan sebelum momen hari raya.

Saat ini, dalam sehari rata-rata hanya ada 400 kendaraan diperiksa.

"Lebaran hari pertama cukup landai yang diperiksa 400-an. Kalau hari biasa sekitar 1.000," tuturnya.

Adapaun sejak tanggal 6 Mei 2021 hingga saat ini, pihaknya telah memutar balikkan sekitar 3.408 kendaraan.

Selain pengawasan, jawatannya dibantu dengan Dinas Kesehatan setempat juga melaksanakan pemeriksaan rapid test antigen secara acak kepada pelintas.

"Rata-rata 20 orang perhari, semua negatif," ungkapnya. (tro)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved