Erupsi Gunung Merapi

Update Gunung Merapi 11 Mei 2021 : Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Alami 7 Guguran Lava Pijar

Pada periode pengamatan pagi ini pukul 00.00-06.00 WIB, teramati 7 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter ke arah barat daya

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi BPPTKG
Awan panas guguran Merapi tanggal 9 Mei 2021 pukul 10.18 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 32 mm dan durasi 108 detik. Jarak luncur 1.500 meter ke arah barat daya. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus menunjukkan aktivitas erupsi hingga hari ini (Selasa, 11/5/2021).

Pada periode pengamatan pagi ini pukul 00.00-06.00 WIB, teramati 7 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter ke arah barat daya.

Gunung tampak jelas, kabut 0-II, hingga kabut 0-III.

"Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 400 m di atas puncak kawah," ungkap Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, Selasa (11/5/2021).

Selain itu, aktivitas kegempaan yang terjadi di antaranya 42 gempa guguran dan 2 gempa hybrid/fase banyak.

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi Senin 10 Mei 2021: Dalam 6 Jam, Merapi Tercatat Alami 4 Guguran Lava Pijar

Cuaca Gunung Merapi cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 14-20°C, kelembaban udara 70-81 persen, dan tekanan udara 627-687 mmHg.

Sementara, pada periode 6 jam sebelumnya, yakni Senin (10/5/2021) pukul 18.00-24.00 WIB, teramati 2 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter ke arah barat daya.

"Gunung jelas, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati," imbuh Hanik.

Pada periode ini, terjadi pula aktivitas kegempaan di antaranya 50 gempa guguran, 1 gempa hembusan, dan 4 gempa hybrid/fase banyak.

Secara meteorologi, pada periode ini cuaca Gunung Merapi berawan dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 14-21°C, kelembaban udara 64-79 persen, dan tekanan udara 627-708 mmHg.

Hanik menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

Baca juga: Breaking News : Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1,5 Km

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkap Hanik.

Ia menambahkan, penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.

Selain itu, pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tambah Hanik. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved