Breaking News:

Penyekatan Mudik 2021

H-2 Lebaran, Dishub Gunungkidul Catat 98 Ribu Kendaraan Masuk Via Patuk

"Sampai H-2 Lebaran, tercatat ada 98.562 kendaraan yang masuk ke Gunungkidul," kata Wahyu pada wartawan di Sekretariat Daerah (Setda) Gunungkidul

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Salah satu kendaraan plat luar DIY yang diperiksa petugas di Pos Penyekatan Hargodumilah, Patuk, Gunungkidul pada Selasa (11/05/2021) pagi. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul mencatat adanya penambahan kendaraan yang masuk ke wilayahnya.

Meski ada peningkatan dibanding hari biasa, penambahan ini mengalami penurunan dibanding mudik Lebaran sebelumnya.

Kepala Dishub Gunungkidul Wahyu Nugroho menjelaskan pendataan kendaraan tersebut terutama dilakukan di jalur via Kapanewon Patuk.

Baca juga: Tiga Pemain Bima Perkasa Jogja dan Pelatih Masuk Nominasi IBL Awards 2021

"Sampai H-2 Lebaran, tercatat ada 98.562 kendaraan yang masuk ke Gunungkidul," kata Wahyu pada wartawan di Sekretariat Daerah (Setda) Gunungkidul, Selasa (11/05/2021).

Ia tidak merinci asal dari kendaraan tersebut. Namun pendataan dilakukan terhadap semua jenis kendaraan, mulai dari roda dua, empat hingga lebih.

Wahyu mengatakan ada penurunan cukup signifikan dibanding momen mudik Lebaran 2020. Sebab saat itu pihaknya mencatat ada sebanyak 165.889 kendaraan yang masuk ke Gunungkidul di periode yang sama.

"Ada penurunan sekitar 68,31 persen dibanding tahun sebelumnya," katanya.

Dishub Gunungkidul pun turut mendata penumpang bus AKAP asal luar daerah yang turun di terminal. Tercatat ada penambahan sebanyak 75 penumpang di Terminal Semin, sedangkan Terminal Dhaksinarga Wonosari nihil penumpang luar daerah.

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunungkidul, Kelik Yuniantoro menyampaikan sudah ada 625 pendatang yang tercatat sampai hari ini. Angka itu didapat dari Sistem Informasi Desa (SID).

"Mereka menyebar ke seluruh kapanewon di Gunungkidul," jelas Kelik.

Ia mengatakan sebagian besar pendatang tersebut berasal dari kabupaten/kota di DIY. Hanya sedikit pendatang yang berasal dari luar DIY, seperti asal Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

Baca juga: Curi Burung Tetangga Seharga Rp 3 Juta, Pemuda di Sleman Meringkuk di Tahanan 

Sesuai instruksi, mereka diminta menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing. Termasuk menjalani pemeriksaan kesehatan dengan PCR, Rapid Antigen, atau GeNose.

Kelik pun mengharapkan Satgas di kapanewon dan kalurahan aktif memantau dan mendata para pendatang ini. Tujuannya memastikan para pendatang ini aman dari COVID-19.

"Tiap RT kan ada Satgas juga, kami harap mereka bekerja aktif mendata pendatang," ujarnya. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved