Breaking News:

Pengendara Mobil Terobos Pos Penyekatan

Pengemudi yang Terobos Penyekatan di Prambanan Klaten Baru Setahun Belajar Menyetir Mobil

"Dari hasil pemeriksaan dia baru satu tahun ini bisa mengendarai mobil. Tapi dia belum punya SIM dan makanya ditilang mobilnya karena itu," ujar Andri

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Personel Polres Klaten memasang tanda barang bukti di mobil VW kuning viral sesaat sebelum jumpa per di Mapolres setempat, Senin (10/5/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pengemudi mobil VW kuning yang viral di jagat media sosial akibat menerobos penyekatan pemudik hingga menyerempet polisi di depan Pos Polisi Prambanan, Klaten baru satu tahun bisa mengendarai mobil.

Hal itu diungkap oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Klaten, AKP Andriyansyah Rithas Hasibuan saat ditemui awak media di Mapolres Klaten, Senin (10/5/2021).

"Dari hasil pemeriksaan dia baru satu tahun ini bisa mengendarai mobil. Tapi dia belum punya SIM dan makanya ditilang mobilnya karena itu," ujar Andriyansyah.

Baca juga: Aglomerasi DIY Dimungkinkan, Polres Gunungkidul Fokus Awasi Kendaraan Luar Daerah

Disinggung, terkait dengan status pajak mobil warna kuning itu, Andriyansyah mengaku jika masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman.

Hal itu karena mobil tersebut berpelat B sehingga perlu koordinasi dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) untuk melakukan pengecekan.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan urine kepada pengemudi mobil tersebut dengan hasilnya negatif.

"Dia ini nekat menerobos karena panik tak punya SIM. Mobil dan urine dia sudah kita periksa tak ada narkoba dan dia juga negatif," jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan jika pelaku yang masih berstatus anak itu kini menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik Sat Reskrim Polres Klaten.

"Setelah kita periksa, ternyata pelaku ini adalah seorang anak. Inisialnya AAD usianya 16 tahun dan pelajar kelas 2 SMA di salah satu SMA negeri di Klaten," ujarnya.

Menurut Edy, atas perbuatannya, pelaku kini harus menghadapi pasal berlapis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved