Breaking News:

Aglomerasi DI Yogyakarta

Aglomerasi DIY Dimungkinkan, Polres Gunungkidul Fokus Awasi Kendaraan Luar Daerah

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan perjalanan antar kabupaten/kota di Aglomerasi Yogyakarta Raya tetap dimungkinkan

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan perjalanan antar kabupaten/kota di Aglomerasi Yogyakarta Raya tetap dimungkinkan.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) yang terbit pada 8 Mei 2021 lalu.

Merespon hal tersebut, Kasat Lantas Polres Gunungkidul AKP Martinus Sakti menyatakan pihaknya tetap berfokus memantau kendaraan serta pengendara asal luar DIY. Hal itu dilakukan di dua Pos Penyekatan.

Baca juga: Pemkot Magelang Izinkan Operasional Destinasi Wisata dengan Prokes Ketat Saat Libur Lebaran

"(Kendaraan) plat luar daerah tetap jadi prioritas kami," kata Martinus pada wartawan, Senin (10/05/2021).

Meski begitu, pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap kendaraan dan penumpang yang berasal dari kabupaten/kota di luar Gunungkidul. Namun pengawasan tersebut sulit dilakukan secara penuh.

Menurut Martinus, petugas memang berjaga (stand-by) di Pos Penyekatan selama 24 jam. Namun pihaknya mempertimbangkan terbatasnya kemampuan dan tenaga yang ada.

"Tidak mungkin kami melakukan pengecekan selama 24 jam penuh," ujarnya.

Meski sulit melakukan pengecekan secara penuh, Martinus memastikan pengawasan di jalur masuk ke Gunungkidul tetap dilakukan. Termasuk jalur-jalur tikus yang berpotensi dimanfaatkan warga asal luar daerah.

Sejak Penyekatan dilakukan, belasan kendaraan sudah diputar balik arah oleh petugas. Selain karena plat luar, pengendara hingga penumpang di dalamnya beridentitas luar DIY.

"Mereka juga tidak bisa menunjukkan persyaratan lain, seperti surat tugas atau perjalanan dinas," kata Martinus.

Baca juga: Pemkab Bantul Sosialisasikan Aturan Mudik Aglomerasi

Polres Gunungkidul membuka dua Pos Penyekatan utama di Hargodumilah, Patuk dan Bedoyo, Ponjong. Aktivitas penyekatan berlangsung hingga 17 Mei 2021 mendatang.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul Drajad Ruswandono menyatakan memahami adanya larangan mudik lokal. Menurutnya, potensi penyebaran kasus tetap bisa terjadi meski mudik lokal diperkenankan.

"Memang seharusnya perlu diatur agar potensi penularan kasusnya bisa diminimalisir," kata Drajad beberapa waktu lalu. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved