Bocah SMP di Sidoarjo Tak Ada Uang untuk Top Up Game, Ini yang Terjadi

Viral di media sosial, seorang anak yang masih duduk di bangku SMP di Sidoarjo, Jawa Timur nekat membakar rumah tetangganya. Kisah bermula saat anak

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Iwan Al Khasni
twitter/bukanaltertitik
Miris, Bocah SMP di Sidoarjo Ini Tidak Punya Uang untuk Top Up Game, Nekat Curi dan Bakar Rumah Tetangga 

TRIBUNJOGJA.COM - Viral di media sosial, seorang anak yang masih duduk di bangku SMP di Sidoarjo, Jawa Timur nekat membakar rumah tetangganya.

Kisah bermula saat anak itu diduga ingin mencuri uang di rumah tetangganya untuk top up game online.

Dia sempat mengendap masuk ke rumah kosong dan menuju ruang tidur keluarga.

Sayang, di rumah tersebut, dia tidak menemukan uang sepeser pun.

Menurut cerita akun @bukanaltertitik di Twitter, bocah itu diduga kesal dan membakar kasur tetangganya hingga membuat rumah tersebut ikut terbakar.

“Nah, ternyata juga bukan kali ini saja dia bakar kasur tetangga. Sebelumnya juga dia ngelakuin hal yang sama ke tetangga lain,” kata akun itu, dikutip Tribun Jogja, Senin (10/5/2021).

Cerita itu diunggah Sabtu (8/5/2021) pukul 23.00 WIB.

Dikatakan pemilik akun, tetangga lain masih hoki lantaran ketika kasur terbakar, ada yang mengetahui, sehingga api tidak melebar ke area lain.

“Lah ini kebetulan apes saja kali ya tetangga gw jd kebakar serumah sampe ambruk,” ungkapnya.

Dia menambahkan posisi pemilik rumah saat kebakaran terjadi memang sedang tidak ada di tempat.

Kebetulan, di RT itu lagi ada acara buka bersama tidak jauh dari tempat kejadian.

“Yang tau rumah kebakar pertama kali juga ada bocah cewe tetangga depan rumah yg kebakar,” tuturnya lagi.

Video yang disebarkan oleh @bukanaltertitik ini melaporkan, anak SMP tersebut langsung diamakan oleh polisi dan orang tua pelaku disuruh ganti rugi dua rumah.

Bocah SMP di Sidoarjo Nekat Curi dan Bakar Rumah Tetangga Demi Top Up Game
Bocah SMP di Sidoarjo Nekat Curi dan Bakar Rumah Tetangga Demi Top Up Game (twitter/bukanaltertitik)

“Btw, si bocah udah langsung diciduk sama polisi ya gais. Kabarnya juga dia sekeluarga diusir sih dari daerah sini. But, tetep ya ortu si bocah dimintai ganti rugi 2 rumah korban," ujar akun @bukanaltertitik.

Unggahan tersebut lantas diserbu netizen dan banyak yang berpendapat bahwa kecanduan game online merupakan hal yang tidak baik.

Dari penelusuran Tribunnews, bocah berinisial A (15) itu nekat membakar rumah tetangganya di perumahan daerah Kelurahan Jambangan, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (8/5/2021) malam.

Saat diwawancarai Tribunnews.com, Minggu (9/5/2021), tetangga korban, GN (22) mengatakan kejadian pembakaran ini bermula karena si pelaku tak punya uang untuk mengisi (top up) game online.

GN mengabarkan kabar kebakaran tersebut, saat seorang bocah akan melakukan aksi pencurian di rumah tetangganya bernama Aan sekira pukul 18.00 WIB.

Informasi itu diperoleh GN dari adik si korban.
Adik korban menginformasikan, saat si bocah melakukan aksinya, dirinya masuk ke rumah melompati pagar.

Dia masuk melalui jendela dengan terlebih dahulu memecahkan kaca rumah si korban.

Selesai membakar, dia berusaha keluar rumah melompati pagar. Namun, dia malah tertangkap oleh warga.

Bocah tersebut langsung diamankan ketua RT dan warga.

Saat ditanyai, bocah tersebut menjawab santai dan tak merasa bersalah.

"Pas dibawa ke rumah pak RT, anak itu santai-santai saja, sama sekali tidak merasa bersalah," ujar adik korban.

Sementara itu, ayah bocah tersebut sempat mengelak jika pelaku penyebab kebakaran tersebut adalah anaknya.

Sang ayah mengatakan bahwa penyebab kebakaran tersebut, mungkin karena si pemilik rumah lupa mematika kompor.

"Bapaknya membela anaknya, dan ngomong ke kakak, 'pak itu paling kompornya lupa dimatikan'," terangnya.

Namun setelah satu jam berlalu, si bocah mengakui aksinya dan menerangkan kronologi dan alasan mengapa dirinya nekat membakar rumah tersebut.

Setelah terungkap, ayah pelaku meminta maaf kepada korban.

Ayah pelaku juga minta kejadian ini agar dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Bahkan, ayah pelaku juga berjanji akan mengganti kerugian korban.

"Bapaknya pelaku minta diselesaikan secara kekeluargaan dan bersedia ganti rugi," terang adik Aan.

Namun, karena bocah tersebut memiliki riwayat yang kurang baik, dirinya lantas harus menjalani masa pembinaan di Polres Sidoarjo, Jawa Timur.

( Tribunjogja.com | Bunga Kartikasari )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved