Pendidikan

Intens Pemberdayaan Desa, UMY Inisiasi Gerakan Kolaborasi Optimalisasi BUMDes

Bersama Bumdes.id, UMY bakal menerjunkan 29 dosen yang akan turun langsung mengampu deretan kelurahan, dengan dibantu 10 mahasiswa.

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Suasana seminar Strategi Pemberdayaan Masyarakat yang digagas oleh Laboratorium Ilmu Pemerintahan UMY, di Yogyakarta, Sabtu (8/5/2021) malam lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menginisiasi gerakan kolaborasi bersama Bumdes.id, untuk memetakan masalah, potensi dan konsep yang dinilai relevan dalam upaya pemberdayaan desa di DIY.

Kepala Laboratorium Ilmu Pemerintahan UMY, Sakir Ridho Wijaya mengatakan, dalam kurun waktu satu tahun terakhir pihaknya sangat intens melakukan pengabdian masyarakat terkait percepatan pemberdayaan desa tersebut.

Hal tersebut dipaparkannya dalam seminar terbatas yang mengusung tajuk pokok 'Strategi Pemberdayaan Masyarakat'.

Agenda itu, digagas oleh Laboratorium Ilmu Pemerintahan UMY, di Yogyakarta, Sabtu (8/5/2021) malam lalu.

Baca juga: Sebanyak 33 Proposal PKM UMY Lolos dan Didanai Ditjen Dikti

"Kami berkomitmen bisa berkolaborasi dengan desa, untuk membentuk, mengoptimalkan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) demi kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Bersama Bumdes.id, UMY bakal menerjunkan 29 dosen yang akan turun langsung mengampu deretan kelurahan, dengan dibantu 10 mahasiswa.

Harapannya, kehadiran UMY bisa berkontribusi merampungkan permasalahan.

"Tantangan yang perlu dipecahkan ialah banyaknya BUMDes yang tidak berjalan setelah dibentuk. Dari pendampingan kolaboratif yang digagas ini, diharapkan tak terjadi lagi BUMDes yang kesannya mangkrak," terangnya.

Ia tak menampik, banyak sekali desa yang asal-asalan saat membentuk sebuah BUMDes, tanpa disertai perencanaan yang matang.

Padahal, menurutnya, BUMDes memiliki peranan penting sebagai penggerak ekonomi.

Baca juga: ISEI Yogyakarta dan UMY Bentuk Program Jendela, Dampingi dan Berdayakan Difabel

"Karena tanpa perencanaan, akhirnya bingung mengelolanya. Ini yang sekarang kami dampingi, supaya BUMDes berjalan, serta mensejahterakan masyarakat," katanya.

Founder Bumdes.id, Rudy Suryanto yang hadir pada seminar tersebut menyampaikan, masih ada keraguan di kalangan pemerintah desa, ketika hendak membentuk BUMDes.

Sehingga, perubahan mindset harus ditempuh.

"Masyarakat merasa khawatir ketika hendak membentuk BUMDes, karena pemikiran negatif bakal rugi. Mindset ini harus diubah. BUMDes bisa maju, tidak apa rugi, namun prosesnya dijalani dulu," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved