ISEI Yogyakarta dan UMY Bentuk Program Jendela, Dampingi dan Berdayakan Difabel

Pusat Studi Disabilitas dan Kemanusiaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerjasama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI)

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Peluncuran program Jendela yang dibentuk oleh ISEI Yogyakarta dan Pusat Studi Disabilitas dan Kemanusiaan UMY 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pusat Studi Disabilitas dan Kemanusiaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerjasama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Yogyakarta menggagas program Junjung Ekonomi Difabel Berdaya (Jendela).

Program tersebut juga bekerjasama dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah dan Kelompok Disabilitas di seluruh DI Yogyakarta.

Baca juga: Disdukcapil Kota Magelang Fasilitasi Penuh Dokumen Kependudukan Warganya yang Transgender

Program yang sudah diluncurkan sejak Minggu 2 Mei 2021 di Mushala Al Fallah, Gamping, Sleman lalu ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok difabel, termasuk orang tua dari anak difabel.

Mereka akan memproduksi makanan dan kerajinan tangan yang bisa dijual lagi agar mendapatkan pendapatan.

Tak hanya memproduksi, di program Jendela ini, pelaku usaha difabel akan didampingi dalam hal pengelolaan dan pemasaran hasil produksi.

“Dalam setiap kegiatan program Jendela, kami berusaha mempromosikan dan membeli produk hasil produksi kelompok difabel,” jelas Koordinator Pengabdian Masyarakat ISEI Cabang Yogyakarta, Ahmad Ma’ruf, Rabu (5/5/2021).

Sementara, Ketua MPM PP Muhammadiyah, Nurul Yamin juga berharap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS), BUMN, Perbankan dan perusahaan lain bisa ikut bergabung ke program Jendela.

Baca juga: Sidak di Pusat Perbelanjaan Klaten, Satpol PP Dapati 2 ASN Sedang Berbelanja Saat Jam Kerja

Dengan begitu, program ini bisa mencapai tujuan dan sasaran lebih optimal.

“Program Jendela ini bisa menjadi salah satu pintu masuk bagi lembaga untuk melaksanakan pengabdian masyarakat, bakti sosial dan corporate social responsibility (CSR),” tegas Amirullah Setya Hardi, Wakil Ketua I ISEI Yogyakarta.

Ditambahkan Sekretaris ISEI Yogyakarta, Y Sri Susilo, program Jendela akan secara bertahap menyasar kelompok difabel yang produktif di seluruh DIY. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved