Bisnis
Imbas Pandemi, Permintaan Bapok Jelang Lebaran di Sleman Turun 20 Persen
Meskipun ada peningkatan permintaan ketika mendekati lebaran, namun ternyata tidak sebanyak sebelum pandemi.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupeten Sleman memastikan, menjelang akhir ramadan atau mendekati hari lebaran, ketersediaan harga bahan kebutuhan pokok (bapok) di Bumi Sembada cukup.
Kepastian itu, didapat dari hasil pantauan di beberapa lokasi.
Baik di tingkat distributor, pasar grosir hingga pasar tradisional.
"Alhamdulillah, berdasarkan hasil pemantauan semua stok sembako, beras, gula, minyak, telor, daging ayam daging sapi dan sayur mayur masih cukup memadai," kata Kepala Disperindag Sleman, Mae Rusmi, Sabtu (8/5/2021).
Baca juga: Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran, Bupati Sleman Apresiasi Pertamina
Menurut dia, meskipun ada peningkatan permintaan ketika mendekati lebaran, namun ternyata tidak sebanyak sebelum pandemi.
Bahkan, jika dibanding tahun normal, Ia mengatakan, dari hasil diskusi dengan penyuplai barang atau distributor, permintaan akan kebutuhan pokok mengalami penurunan.
"Diskusi dengan distributor, permintaan turun 20 persen, dibanding tahun sebelum pandemi," kata dia.
Mae mengatakan, pada tahun sebelum pandemi, harga daging sapi ketika mendekati lebaran selalu merangkak naik maksimal.
Bahkan, bisa menyentuh hingga Rp 140 - 150 ribu/kilogram.
Daging ayam per-kilogram bisa mencapai Rp 40 ribu.
Namun, di masa pandemi ini, ada kenaikan namun cenderung tidak signifikan.
Semisal, harga daging ayam di angka Rp 38 ribu/kilogram.
Kemudian, harga daging sapi saat ini Rp 120 ribu/kilogram.
Harga tersebut, kata Mae, naik tapi jumlahnya tidak signifikan dibanding tahun sebelum pandemi.
Kenaikan hanya Rp 5 ribu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/imbas-pandemi-permintaan-bapok-jelang-lebaran-di-sleman-turun-20-persen.jpg)