Breaking News:

Pemerintah Pusat Larang Mudik Lokal, Begini Tanggapan Bupati Klaten Sri Mulyani

Pemerintah pusat melarang segala jenis mudik baik perjalanan jarak jauh maupun perjalanan antar-kabupaten/kota di wilayah aglomerasi.

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Bupati Klaten Sri Mulyani saat ditemui di gedung DPRD Klaten, Senin (19/4/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah pusat melarang segala jenis mudik baik perjalanan jarak jauh maupun perjalanan antar-kabupaten/kota di wilayah aglomerasi.

Pelarangan itu cukup mendadak karena pada awalnya mudik lokal diperbolehkan pada masa pemberlakuan peniadaan mudik 6-17 Mei 2021.

Sekadar informasi, wilayah aglomerasi adalah lingkup wilayah kabupaten atau kota yang berdekatan atau saling menyangga yang sebelumnya mendapat izin melakukan pergerakan.

Baca juga: Jelang Lebaran BPBD Klaten Distribusikan Air Bersih ke Masjid dan Musala di Desa Lereng Merapi

Menanggapi larangan segala jenis mudik tersebut, Bupati Klaten Sri Mulyani mengaku bakal mengikuti kebijakan pemerintah pusat tersebut.

"Kalau mudik dari Klaten ke Solo atau luar Klaten ya nggak boleh. Tapi kalau Klaten Tengah ke Bayat ya boleh. Artinya mudik lokal yang boleh masih di dalam Klaten, kalau luar ikut pemerintah," ucapnya saat ditemui di Pemkab Klaten, Jumat (7/5/2021).

Disamping itu, Sri Mulyani tidak menampik jika sudah ada ratusan pemudik yang sudah tiba di Klaten dan saat ini menjalani karantina mandiri.

Ratusan pemudik itu tiba di Klaten secara bertahap sebelum diberlakukannya larangan mudik pada periode 6-17 Mei 2021.

Para pemudik itu tiba di Klaten sebelum tanggal 5 Mei 2021.

Baca juga: Dishub Sleman: Implementasi Larangan Mudik Antar Wilayah Aglomerasi Susah

"Data terakhir itu ada 400-an pemudik yang datang (sebelum adanya kebijakan larangan mudik), tepatnya 452 pemudik," ucapnya.

Menurutnya, dari ratusan pemudik yang datang ke Klaten tersebut, belum ada laporan jika pemudik terpapar COVID-19.

"Saya belum ada laporan dari Satgas jika ada pemudik yang positif. Saya minta kedisiplinan jajaran di bawah untuk taat menerapkan prokes COVID-19," Imbuhnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved