Internasional

Rusia Kirim Jet Tempur MiG-31 Cegat Pesawat Pengintai AS di Laut Chukchi

Jet tempur MiG-31 Rusia diterbangkan untuk mencegat pesawat pengintai strategis RC-135 milik AS di perairan Laut Chukchi

Tayang:
Editor: Hari Susmayanti
TASS/Alexei Nikolsk
Jet tempur Mikoyan MiG-31 membawa rudal penjelajah Kinzhal yang diklaim merupakan senjata hipersonik Rusia 

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKWA – Jet tempur MiG-31 Rusia diterbangkan untuk mencegat pesawat pengintai strategis RC-135 milik AS di perairan Laut Chukchi.

Kebersdaan MiG-31 milik Rusia tersebut akhirnya berhasil mencegah pesawat milik AS memasuki wilayah perbatasan negaranya.

Pencegatan oleh jet tempur Rusia ini bukan yang pertama.

Pada bulan April lalu, jet tempur Rusia juga melakukan pencegatan terhadap pesawat milik AS.

Melansir Newsweek, Kamis (6/5/2021), MiG-31 milik Rusia lepas landas untuk mencegat pesawat pengintai strategis RC-135 kepunyaan Angkatan Udara AS di atas perairan tersebut.

Laut Chukchi merupakan perairan yang terletak di antara Samudra Arktik dan Selat Bering, memisahkan Alaska milik AS dari daratan Rusia wilayah timur.

Pusat Kontrol Pertahanan Nasional Rusia mengatakan, jet tempur yang diterbangkan tersebut berasal di Armada Pasifik Rusia.

MiG-31 tersebut dikirim untuk mengidentifikasi target udara dan mencegah pelanggaran perbatasan Rusia, sebagaimana diwartakan oleh TASS.

"Penerbangan jet tempur Rusia dilakukan secara ketat sesuai dengan aturan internasional untuk wilayah udara," ujar Pusat Kontrol Pertahanan Nasional Rusia.

Insiden itu adalah upaya pencegatan terbaru dari pesawat “Negeri Beruang Putih” terhadap pesawat “Negeri Paman Sam”.

Bulan lalu, satu unit jet tempur MiG-31 Rusia juga dilaporkan mencegat pesawat pengintai AS yang sama, RC-135, di atas Samudra Pasifik.

Pencegatan terbaru itu terjadi ketika Moskwa terus menajamkan perhatiannya terhadap rencana latihan militer gabungan bernama DEFENDER Europe 2021.

Latihan militer gabungan itu dipimpin Angkatan Darat AS dan berlangsung di seluruh Eropa dan Afrika yang melibatkan anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan sekutunya.

Di sisi lain, Moskwa mengumumkan akan menarik pasukannya dari wilayah perbatasannya dengan Ukraina.

Namun, NATO menyatakan bahwa puluhan ribu tentara Rusia tetap ada di sana.

Baca juga: Rusia Luncurkan Kapal Selam Terbaru Berkemampuan Nuklir, Mampu Bawa Rudal Hipersonik yang Jangkau AS

Baca juga: Mulai Melunak, Amerika Serikat Siap Bertemu Iran Bahas Soal Perpanjian Nuklir 2015

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved