Breaking News:

Bisnis

Pertamina Targetkan 1.647 Pertashop di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta pada tahun 2021

Pertashop merupakan outlet SPBU mini yang dihadirkan di pelosok pedesaan dan kini telah hadir di lebih dari 200 titik di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

PERTAMINA
Mini Outlet Pertashop 

TRIBUNJOGJA.COM - Pertamina terus memperluas jangkauan pemerataan energi melalui Pertashop, sejak pertama kali Pertashop dikenalkan setahun yang lalu.

Pertashop merupakan outlet SPBU mini yang dihadirkan di pelosok pedesaan dan kini telah hadir di lebih dari 200 titik di wilayah Jawa Tengah dan DIY.  

Unit Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho menuturkan sebanyak 207 unit Pertashop telah terbangun dan beroperasi melayani kebutuhan bahan bakar di desa-desa Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ia menjelaskan bahwa angka tersebut akan terus bertambah, mengingat masih banyak desa atau kecamatan yang belum tersedia SPBU.

Baca juga: Hadapi Lebaran, Pertamina Tambah Pasokan Gas Subsidi di DI Yogyakarta

Pertamina menargetkan 1.647 Pertashop di Jawa Tengah dan DIY di tahun 2021.  

Ia menuturkan, kehadiran Pertashop mampu meningkatkan taraf ekonomi, baik untuk masyarakat umum atau konsumen maupun untuk pengusaha yang menjalankan bisnis Pertashop.

“Dengan adanya Pertashop, konsumen yang tinggal di pedesaan tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke SPBU hanya untuk mengisi bahan bakar. Selain itu Pertashop juga bisa menjadi bisnis tersendiri yang memberikan keuntungan usaha, baik yang berbasis kelompok masyarakat seperti BUMDes maupun pengusaha swasta," urainya.

Adapun Pertamina telah mengusung program One Village One Outlet (OVOO), di mana setiap desa atau kecamatan akan memiliki Pertashop.

Baca juga: Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran, Bupati Sleman Apresiasi Pertamina

Untuk itu, guna mempercepat perluasan Pertashop, Pertamina telah memiliki skema kemitraan dengan pengusaha untuk berinvestasi Pertashop.

"Kami telah membuka peluang investasi bagi para pengusaha untuk mengelola SPBU mini atau Pertashop, yang tentu nilai investasinya lebih rendah dari SPBU reguler dan bisnisnya sangat menjanjikan," imbuhnya.

Sementara syarat utama dalam program ini adalah pemohon berasal dari badan usaha seperti CV, PT, Koperasi, Usaha Dagang (UD), maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Untuk persyaratan dan penjelasan lebih lengkap dapat dilihat pada tautan ptm.id/MitraPertashop.

"Kami berharap banyak pengusaha atau BUMDes yang berminat untuk berinvestasi Pertashop demi perluasan pembangunan Pertashop yang lebih cepat lagi," tambahnya.( Tribunjogja.com )

Penulis: Santo Ari
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved