Breaking News:

Bisnis

Hadapi Lebaran, Pertamina Tambah Pasokan Gas Subsidi di DI Yogyakarta

Totalnya terdapat sekitar 50.000 an tabung LPG 3 kilogram yang didistribusikan di lima kabupaten/kota.

istimewa
Ilustrasi 

TRIBUNJGOJA.COM, YOGYA - PT Pertamina (Persero) Jawa Bagian Tengah (JBT) menambah pasokan gas subsidi atau Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 kilogram (Kg) untuk menghadapi Hari Raya Lebaran 2021.

Tambahan tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang lebaran Idulfitri 1442 Hijriah yang diperkirakan tetap mengalami peningkatan meski ada kebijakan larangan mudik.

Sales Branch Manager Pertamina Wilayah Yogyakarta Raden Mas Januar Adi Prabowo menjelaskan, dirinya memastikan bahwa pasokan LPG ukuran 3 kilogram di DIY saat ini masih tergolong aman.

“Kita sudah berikan tambahan pada akhir April lalu sekitar tiga persen dan ada tambahan lagi menjelang lebaran tiga persen,” kata Januar, Rabu (4/5/2021).

Baca juga: Pertamina Pastikan Pasokan LPG Jawa Tengah-DIY Aman Selama Ramadan dan Idulfitri

Tambahan 3% LPG ke DIY tersebut kisaran 10.000-an tabung gas LPG 3 kilogram.

Totalnya terdapat sekitar 50.000 an tabung LPG 3 kilogram yang didistribusikan di lima kabupaten/kota.

Menurut dia, tambahan pasokan LPG 3 kilogram tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menghindari kelangkaan gas yang dapat membuat harga LPG meningkat.

Januar memahami bahwa pemerintah telah memberlakukan larangan mudik, namun tidak menutup kemungkinan masih ada mobilitas warga yang memasuki wilayah DIY. Pihaknyapun perlu mengambil langkah antisipasi tersebut.

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan dalam Negeri Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) DIY, Yanto Aprianto menuturkan, tren konsumsi LPG 3 kilogram pada Lebaran tahun ini bakal berbeda dengan masa-masa sebelumnya.

Baca juga: Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran, Bupati Sleman Apresiasi Pertamina

Selain akibat pandemi COVID-19, pemerintah juga memberlakukan pelarangan mudik sehingga akan membuat konsumsi masyarakat berkurang signifikan.

"Apalagi perhotelan dan rumah makan kemungkinan sepi karena tidak ada pemudik. Sehingga pengurangannya cukup signifikan dan mempengaruhi turunnya konsumsi gas," tandasnya.

Soal harga gas subsidi, Yanto, memastikan bahwa masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kendati demikian, Yanto tidak menampik ada penual di tingkat pengecer yang mematok harga di atas Rp. 20.000, pasalnya HET tersebut sebenarnya mulai berlaku di tingkat pangkalan bukan pengecer.

"Kalau jumlah pangkalan di DIY sekitar 3.000 an," terangnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Yuwantoro Winduajie
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved